Omset RSUD Anutapura Terjun Bebas


RSUD Anutapura - Palu
Reporter: Firmansyah

RUSAKNYA Bangunan dan alat medis di RSUD Anutapura sekira 60 persen, berpengaruh pada pendapatan rumah sakit. Hampir 90 persen omset RSU Anutapura berkurang. Setiap bulan omset badan layanan umum daerah (BLUD) itu sekira Rp10 miliar, di Oktober 2018 lalu hanya meraup Rp100 juta lebih.

Kerusakan bangunan dan alat medis, tersebut menurut Direktur Utama (Dirut) RSUD Anutapura Palu, dr Ruslan R Ramli (06/11/2018) sangat berpengaruh pada pelayanan medis.  

RSUD milik Pemkot itu memiliki tenaga medis sebanyak 1.300 orang. Terbagi ASN sebanyak 500 orang dan honorer sebanyak 800 orang. Untuk pembayaran gaji honorer, menurut Ruslan menggunakan dana dari pemasukan rumah sakit. Alias non APBD. Mengingat, RSU Anutapura adalah BLUD. Dimana diberikan wewenang Pemkot untuk mengelola sendiri pendapatannya.

‘’Akibat bencana alam ini. Otomatis pelayanan rumah sakit tidak maksimal. Seperti penggunaan alat medik yang pemasukannya sangat besar, serta penggunaan tempat tidur,’’ akunya. RSUD mengalami penurunan pendapatan sangat besar. Berdampak pembayaran bagi tenaga honorer. ‘’Untuk pembayaran listrik saja sekitar sembilan puluh juta rupiah perbulan," katanya.

Penggunaan omset Rp10 miliar dibagi menjadi dua sektor. 60 persen untuk jasa operasional rumah sakit. Dan 40 persen untuk jasa pelayanan. Jumlah tempat tidur pasien yang dapat dipergunakan hingga saat ini, tambah Ruslan tersisa hanya 200 unit saja. Sebelumnya, berjumlah 500 unit.

Hingga saat ini, tutur Ruslan, belum ada SK pemberhentian kepada 800 tenaga honorer. Pembahasannya masih sebatas wacana. ‘’Namun melihat omset pemasukan rumah sakit yang sangat minim, bagaimana bisa membayarkan upah kepada mereka, " akunya.

Ditambahkanya, masa kontrak tenaga honorer di RS Anutapura selama satu tahun. Berakhir hingga bulan Nopember 2018. Olehnya pengangkatan kembali tenaga honorer, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Masa recovery dapat memakan waktu hingga enam bulan ke depan. 

"Bila segala sesuatunya telah normal. Honorer yang telah dirumahkan akan dipanggil kembali untuk bekerja. Karena untuk semua pelatihan mulai dari kebidanan, emergency dan lain sebagainya merupakan biaya dari rumah sakit sendiri. Jadi kami merasa rugi bila harus memanggil tenaga honorer yang lain, " ungkapnya. Untuk berapa orang tenaga honorer yang diprioritaskan untuk tetap bekerja. Ruslan mengatakan sesuai dengan jumlah pelayanan tempat tidur pasien. Dengan estimasi satu berbanding lima pasien.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN