Pascagempa Padat Karya Tetap Berjalan


 
Padat Karya Perkotaan
Reporter: Firmansyah

AKIBAT Dari bencana gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi melanda kota Palu, 28 September lalu, menyisakan beberapa polemik bagi kota Palu. Salah satunya adalah "Bom pengangguran. Diketahui, beberapa infrastruktur bangunan milik pemerintah maupun swasta mengalami kerusakan.

Seperti rumah sakit, rumah makan, restaurat, hotel dan mal perbelanjaan  hingga perusahaan swasta. Hal tersebut otomatis melumpuhkan semua kegiatan didalamnya. Perampingan karyawan bahkan PHK tidak dapat dihindari. Hal itu tentu saja menambah beban bagi pemerintah daerah.

Bertolak dari hal tersebut, salah satu program pemerintah, dalam mengupayakan pemberdayaan masyarakat kota. Yaitu padat karya, masih terus berjalan. Hal itu diungkapkan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Palu, Abidin melalui telepon seluler, Rabu (14/11/2018). 

‘’Untuk program padat karya sendiri masih tetap berjalan pasca Tsunami. Karena program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat. Khususnya kota Palu, " ungkapnya.

Selain itu, tutur Abidin, program tersebut juga sebagai langkah dalam memberikan pemasukan bagi warga yang memiliki pendapatan terbatas. Untuk upah bagi padat karya saat ini, beber Abidin berjumlah Rp. 250 ribu perorang.

Disoal tentang penambahan upah bagi tenaga padat karya, Kadis Dinsos menjelaskan bahwa belum ada wacana untuk menaikanya. " Saat ini belum ada kabar penambahan upah padat karya. Apalagi pemerintah masih menghadapi situasi pasca bencana alam. Tentu saja masih banyak yang diprioritaskan. Tapi mudah-mudahan padat katya juga bisa menjadi salah satu prioritas pemerintah, " ujar Abidin.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN