Pasutri Di Poso Ikut Sidang Isbat Nikah

Wawa Suryatna, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Poso

Reporter/Poso: Ishaq hakim

PIHAK Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Poso bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Poso baru-baru ini melaksanakan sidang isbat nikah kepada Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang belum memiliki buku nikah 

Sidang isbat nikah itu dilakukan kepada 80 pasutri warga Poso yang sebelumnya belum memiliki buku nikah yang sah, dan belum tercatat resmi oleh negara pernikahanya.

Kepada media, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Poso, Wawa Suryatna mengatakan, sidang isbat nikah ini dilakukan agar pasutri yang belum punya buku nikah sah wajib tercatat pernikahannya oleh negara.

Pelaksanaan sidang isbat nikah masal itu telah dilakukan sejak bulan Maret hingga Oktober 2018, dengan berpindah-pindah tempat, mulai dari wilayah Kecamatan Pamona Bersaudara, Poso Pesisir Bersaudara hingga Kecamatan Poso Kota Bersaudara.  80 Pasutri yang tidak memiliki buku nikah tersebut dikarenakan saat menikah tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

"Mereka itu yang tidak punya buku nikah dulunya mereka tidak tercatat di KUA," ucap Wawa Suryatna kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis 22 November 2018. Dikatakannya, jumlah 80 pasutri yang belum memiliki buku nikah itu merupakan data Kemenang Poso sejak tahun 2017 hingga Oktober 2018.

Wawa Suryatna menambahkan, untuk mengeluarkan buku nikah tersebut sebelumnya harus mendapatkan rekomendasi dari pihak PA Poso. 

Menurut Wawa Suryatna, setiap pasutri harus wajib memiliki buku nikah yang sudah tercatat oleh negara. Jika tidak memiliki buku nikah, nantinya bermasalah pada anak yang mau masuk sekolah hingga pembagian harta warisan dari pasutri untuk anaknya. Ditambahkannya, adanya buku nikah resmi juga untuk menghindari warga yang melaksanakan nikah sirih. Untuk melaksanakan sidang isbat nikah, pihak Kemenag Poso sebelumnya mengumpulkan data dari para penyuluh dilapangan.

Sementara permasalahan yang ditemukan dilapangan, kebanyakan pasutri yang belum punya buku nikah takut melapor dikarenakan sudah hamil sebelum menikah. "Biasanya orang-orang tua dulu, sudah terjadi kecelakaan anaknya mereka tidak mau mendaftarkan anaknya di KUA," jelasnya.

Saat ini Kemenag Poso bersama PA Poso terus mendata pasutri yang belum memiliki buku nikah. Warga pun yang sudah menikah lalu belum terdaftar di KUA bisa segera melapor dan mengurus dengan cepat, agar segera memiliki buku nikah yang sudah tercatat oleh negara.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN