Pemprov Diminta Beberkan Hasil Tim JICA

Gubernur Longki Djanggola menerima kunjungan Kepala kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi didampingi Chief Representatif kantor JICA Indonesia, Shinichi Yamanaka bersama lima orang perwakilan kantor JICA Indonesia

 Sumber/editor: Humpro/ramdan otoluwa

 PEMERINTAH Provinsi diminta untuk segera menyosialisasikan apa yang menjadi hasil kajian tim JICA yang disampaikan kemarin pada Gubernur Longki Djanggola. Mengingat, hasil kajian JICA dapat menjadi acuan master plan di Palu, Sigi dan Donggala. Demikian dikatakan calon legislatif DPRD Sulteng, Dapil Palu, Andi Vridha Jabir ke Kaili Post.

‘’Kita merespon positif kajian itu dan penting untuk disampaikan pada masyarakat. Karena itu bahan penting menyusun master plan ya,’’ usulnya yang ditemui di Palu. Warga harus senantiasa dilibatkan untuk belajar dari kelemahan atas kebencanaan. Ia berharap semuanya dapat mendukung kepentingan masyarakat mendatang.

Sementara itu, di tempat terpisah sebelumnya Gubernur Longki Djanggola menerima kunjungan Kepala kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi didampingi Chief Representatif kantor JICA Indonesia, Shinichi Yamanaka bersama lima orang perwakilan kantor JICA Indonesia. Gubernur Longki Djanggola didampingi Kadis Binamarga dan Penataan Ruang, Ir. Syaifullah Djafar, Kepala Bappeda Patta Tope serta Kepala Humas dan Protokol, Moh. Haris.

Tim JICA Miyakawa menyebut bahwa master plan tersebut berguna untuk memetakan lokasi yang aman dan berbahaya sebagai areal pemukiman dan pembangunan Huntara, demikian pula dengan infrastruktur serta bangunan lainnya.

Gubernur Longki Djanggola menerima kunjungan Kepala kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi didampingi Chief Representatif kantor JICA Indonesia, Shinichi Yamanaka bersama lima orang perwakilan kantor JICA Indonesia

Gubernur Longki memberikan apresiasi atas kedatangan tim JICA. Ia berharap ada rencana aksi yang betul-betul akurat dalam rangka relokasi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi. Gubernur juga mempertanyakan keakuratan master plan dan kajian yang bisa mengatasi masalah.

Menurut gubernur, sesuai kebijakan pemerintah, maka masyarakat yang terdampak dari bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang rumahnya amblas akan direlokasi dan dibangunkan Huntara dan Huntap. Demikian pula bagi yang rumahnya rusak akan diberikan bantuan perbaikan perumahan.

"Beberapa negara turut prihatin akan bencana yang melanda Sulteng, serta memberikan bantuan misalnya Malaysia, Turki, China dll, bantuan tersebut disalurkan lewat BNPB jadi telah terorganisir," jelas gubernur.

Senada disampaikan Patta Tope. Menurutnya kunjungan tim JICA dalam rangka relokasi masyarakat korban gempa, tsunami dan likuifaksi ke lokasi yang aman, termasuk infrastruktur dan pendukung lainnya melalui master plan yang telah dipetakan.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN