Perjuangan Gubernur Kembali ke Palu Pascagempa

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola


SAAT PERISTIWA Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola tengah berada di Kabupaten Tojo Una Una dalam perjalanan dinas. Begitu merasakan gempa dan mengetahui terjadi Tsunami, pada malam hari itu juga ia langsung berangkat kembali menuju Palu.

"Tanggal 28 saya sedang mengecek persiapan Tour De Central Celebes dari Luwuk ke Ampana lalu ke Tojo Una-una, petang terasa gempa keras sekali, saya liat di Televisi tsunami di Palu, langsung malam itu juga saya kembali ke Palu," ungkap Longki kepada Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Dari Tojo Una-una, Gubernur Longki Djanggola tiba di perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Palu pada pukul 03.00 dini hari dan terkendala longsor akibat gempa dan akses menuju Palu terputus.
Longki bersikeras bagaimana agar bisa sesegera mungkin sampai di Palu, keesokan harinya ia meminta kepada stafnya untuk mencari akses menuju Palu bagaimanapun caranya. "Sampai dini hari kami istirahat dulu sambil saya minta bagaimana caranya agar bisa sampai Palu, entah harus jalan atau naik motor," tutur Longki.

Bersama rombongannya, Longki sempat berjalan melewati timbunan longsor hingga tiga kilometer. Mengetahui Gubernur Longki sedang berusaha kembali ke Palu, masyarakat bergotong royong membantunya untuk memanggul dan membawa motor agar bisa cepat kembali ke Palu.

"Saya jalan kaki 3 km, sambil jalan apapun yang terjadi motor harus bisa lewat, lalu banyak masyarakat bantu, akhirnya bisa sampai di seberang melewati timbunan longsor, dan lanjut perjalanan menggunakan motor trail," kata Longki.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan dengan motor, Longki tiba di Palu pada pukul 11 siang dan langsung pergi ke Pantai untuk mengecek kondisi pasca tsunami.

"Tiba di Palu jam 11 siang dan kondisi begitu memprihatinkan, hari itu datang kondisi masih kolaps, listrik jaringan telepon mati, BBM langka, air bersih juga ikut langka, masyarakat panik dan terjadi penjarahan" ujar Longki sambil meneteskan air mata.

Setelah itu ia berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan Panglima TNI yang datang dengan Hercules, dan saat itu juga sebagai Gubernur ia menetapkan kondisi tanggap darurat bencana untuk dua pekan kedepannya.

Kemudian pada hari Senin tiga hari setelah bencana, pemerintahan di Provinsi Sulteng telah kembali aktif. "Pemerintahan sudah jalan hari Senin, Senin saya masuk bersih-bersih ruangan, karena kita kalau sebagai ASN takut dan tidak bisa berbuat, gimana rakyatnya, suka tidak suka harus kita hadapi ketakutan itu," pungkas Longki Djanggola.

Longki Djanggola menegaskan bahwa provinsi Sulawesi Tengah telah bangkit dan pulih dari bencana gempa dan Tsunami yang menerjang Palu, Sigi dan Donggala. Hal ini ditandai dengan mulai banyaknya aktivitas warga. 

Kepada Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Longki juga menyebut aktivitas perekonomian telah bergerak kembali seperti sedia kala

Begitu juga sarana transportasi dan distribusi ekonomi telah berjalan normal seperti biasa.

"Pelabuhan sudah mulai aktif, tadinya crane untuk peti kemas di patah. Penerbangan juga sudah mulai normal, awal-awal hanya bisa pesawat Hercules," ujar Longki yang merupakan Wakil Ketua Umum APPSI ini. Kepada para investor Longki juga mengimbau untuk tidak khawatir melanjutkan investasinya di Sulteng.

"Daerah terdampak tidak seluruh Sulteng, investasi diluar Palu masih banyak, bisa dipilih juga mana Investasi strategis, selain itu Alhamdulillah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) tidak apa-apa," kata Longki.

Pemulihan Jangka Panjang
Sementara terkait pemulihan jangka panjang terutama untuk daerah terdampak likuifaksi dan Tsunami, Longki menyampaikan saat ini sedang menyusun Perda RT/RW yang akan mengatur tata ruang pemukiman ke tempat yang lebih aman dari bencana.

Ke depan setelah ada revisi perda RT RW akan ada relokasi untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat likuifaksi dan tsunami ke hunian permanen yang aman.

"Kami sedang susun revisi Perda RT RW tahun 2011 yang akan disesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk memasukkan mitigasi bencana ke dalam pengaturannya," kata Longki.

Longki juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah begitu banyak membantu masyarakat Palu, Sigi dan Donggala sehingga bisa bangkit dan beraktivitas seperti sedia kala.

Saat ini Pemprov Sulteng dan berbagai pihak mengaku tengah menyiapkan hunian sementara bagi para pengungsi, dan dua tahun kemudian akan dipindahkan ke hunian tetap. Adapun area yang disiapkan untuk hunian tetap bagi para pengungsi, di antaranya Tondo, Talise dan Duyuh di Kota Palu, dan di daerah Pombeve di Kabupaten Sigi.

Selain itu Pemprov Sulteng juga tengah mempersiapkan pembangunan tanggul penahan dan mangrovisasi di area Pantai. Sebagai informasi saat ini Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur dari APPSI telah tiba di Provinsi ke 23 di Sulawesi Tengah. **

Sumber: Detik.com

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN