Rawan Banjir, Warga Kabobona Tolak Huntara


Reporter: Firmansyah

SEJUMLAH Warga Desa Kabobona Kabupaten Sigi mendatangi kantor perwakilan Ombudsman Sulteng, Kamis (1/11/2018). Warga terdampak likuifaksi dari Desa Jono Oge protes pengalokasian hunian sementara (Huntara) yang berpotensi bencana banjir.

Perwakilan warga, Erwin kepada sejumlah media mengatakan bahwa lokasi Huntara yang akan dibangun berdekatan dengan sungai Palu. Hal itu menurutnya tidak layak untuk dihuni. Karena suatu waktu terjadi banjir, maka bisa membahayakan keselamatan sekitar 131 jiwa warga Desa Kabobona.

Belum lagi, akses jalan tidak mendukung. Utamanya bagi siswa dalam melaksanakan proses KBM menuju sekolah, terbilang jauh dari tempat yang akan dibangun Huntara. Karena mayoritas warga tidak memiliki kendaraan.

Hal itu juga diamini rekan sedesanya, Akib. Menurutnya, aparat desa mengatakan bahwa warga yang tidak mau direlokasi ke tempat tersebut, tidak akan diberikan bantuan. ‘’Kami tidak setuju dengan hal itu. Karena mengabaikan keselamatan kami. Walaupun tidak akan diberikan bantuan. Kitorang juga masih mampu bekerja untuk mencari uang. Asalkan tidak hidup dalam keadaan was-was. Apalagi kami masih trauma dengan gempa kemarin, " tandas Akib.

Olehnya, mereka sangat berharap kepada gubernur dan bupati, agar Huntara tersebut dipindahkan ke lokasi yang aman. Seperti di tanah lapang atau lapangan.

Menyikapi hal itu,  ketua Ombudsman Sulteng, Sofyan Farid Lembah mengatakan bahwa langkah pertama untuk pengaduan masyarakat Kabobona tersebut akan segera disampaikan melalui grup WhatsApp bersama Gubernur maupun instansi terkait. Agar lebih cepat tersampaikan.

Setelah itu, lanjut Sofyan akan diadakan mediasi bersama masyarakat dan perangkat desa. ‘’Mayoritas masyarakat yang terkena dampak bencana alam masih merasakan trauma hingga saat ini. Olehnya kami akan mengawal masalah ini hingga selesai, " tutur Sofyan.

Selain itu, dia juga menegaskan akan menyikapi pengaduan masyarakat terkait adanya ancaman dari pemerintah desa. " Kami akan melakukan klarifikasi dulu dengan yang terkait masalah ini. Kami juga menegaskan agar jangan melakukan tindakan tidak terpuji kepada warga yang masih trauma terhadap bencana alam. Jika terbukti ancaman tersebut. Kami akan tindak lanjuti, " pungkas Sofyan.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN