Rayakan HUT, Anuntaloko Bagi Sembako


Anuntaloko Bagi Sembako ke Pasien pada perayaan HUT 
Sumber: Humas Parmout

MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi membagikan paket sembako kepada warga korban gempa di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (24/11/2018).

Direktur RSUD Anuntaloko, dr Nurlela Harate, didampingi Kepala Tata Usaha serta sejumlah pejabat dan karyawan, memimping langsung pembagian 542 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, gula, kopi, susu ditambah sabun cuci dan sarung dibagikan di beberapa titik.

Pembagian sembako itu dimulai dari Desa Binangga Kecamatan Parigi Tengah, selanjutnya menuju Kelurahan Bantaya, Masigi, Maesa, Kampal, Loji, desa Lebo, Bambelomo Ranomaisi, Olaya, Pambalowo dan Mertasari serta seluruh pasien yang dirawat di kelas III RSUD Anuntaloko.

Di Desa Binangga sekitar 130 paket sembako diserahkan kepada warga korban gempa melalui Posko dan Dapur Umum yang dibentuk warga di lapangan Desa Binangga. Asnani, warga Binangga yang ikut menerima paket sembako itu menyampaikan terima kasih kepada pihak RSUD Anuntaloko Parigi yang memiliki kepedulian terhadap warga korban gempa di desa itu "Mudah mudahan kepedulian seluruh karyawan RSUD Anuntaloko membantu warga korban gempa di desa ini dibalas pahala oleh Allah SWT," ujar Asnani.

Direktur RSUD Anuntaloko dr Nurlela Harate MPh mengatakan, pembagian paket sembako itu merupakan bentuk kepedulian seluruh Karyawan RSUD termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Parigi Moutong terhadap warga yang menjadi korban gempa 7,4 SR yang terjadi 28 September lalu.

Jauh sebelum gempa terjadi, pihaknya telah merencanakan menggelar sejumlah kegiatan dan lomba memperingati HUT ke-24 RSUD Anuntaloko, namun karena terjadi musibah, seluruh kegiatan HUT dialihkan untuk membantu warga korban gempa "Sebenarnya sejak jauh hari peringatan HUT RSUD ini kami akan laksanakan dengan meriah, ada lomba lomba dan bazar. Tapi manusia hanya bisa merencanakan, Allah yang menentukan. Karena terjadi musibah, jadinya diputuskan kita harus prihatin dengan kondisi yang terjadi,"kata Nurlela sambil membagikan paket sembako. Nurlela menambahkan, bantuan paket sembako itu nilainya tidak seberapa, namun diharapkan bisa sedikit meringankan beban hidup yang dihadapi warga korban gempa.

"Alhamdulillah dari dana yang terkumpul, ada bantuan dari beberapa bank, dari kami karyawan rumah sakit dan Ikatan Dokter Indonesia berupa sarung. Itulah yang bisa kami berikan. Mudah mudahan bisa memberikan manfaat bagi saudara saudara kita yang tertimpa musibah,"jelasnya.

RSUD Anuntaloko sejak berstatus sebagai rumah sakit tipe D pada tahun 1994, rumah sakit Pemerintah itu tidak pernah merayakan hari jadinya. Bahkan, sejak masih berstatus Puskesmas pada tahun 1968, nyaris tak pernah ada perayaan ulang tahun.

“Makanya kami putuskan pada tahun ini tepat 24 Tahun usia RSUD Anuntaloko sejak beralih status dari Puskesmas menjadi rumah sakit dari Tahun 1994 pada hari ini tanggal 24 November 2018 resmi menjadi ulang tahun ke-24 RSUD Anuntaloko,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, diusia ke-24 Tahun ini, RSUD akan terus berkomitmen memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat. Apalagi, RSUD Anuntaloko saat ini tengah menyandang satus sebagai salah satu rumah sakit regional tipe B di Sulawesi Tengah, tentu komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat menjadi prioritas utama.

“Dengan dukungan fasilitas, tenaga medis yang memadai terutama dukungan dari Pemerintah Daerah, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Insha Allah kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” tukas mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong itu.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN