Relawan Gempa Pasigala Perlu Psikososial

Dukungan psikososial untuk relawan Pasigala di RSA Nusa Waluya II
Reporter: Ikhsan madjido


RELAWAN Yang ikut membantu penanganan gempa Palu, Sigi dan Donggala  perlu mendapatkan penanganan psikososial. Sekjen Non Medis Tim Pendukung Psikososial doctorSHARE, dr Ita Sugiato mengatakan penanganan psikososial agar mental relawan tak terganggu.

"Mereka membantu korban, tentu juga menemukan dan melihat beberapa hal yang mengganggu mereka secara mental," kata Ita Sugiato saat menyampaikan materi pada Workshop Dukungan Psikososial, di Rumah Sakit Apung (RSA) Pantoloan, Minggu (18/11/2018).

“Apalagi, sebagian relawan yang membantu penanganan gempa juga warga Pasigala sendiri. Mereka juga memiliki keluarga yang ikut terdampak gempa,” tambahnya. 

Di tengah kecemasan terhadap keamanan keluarganya, mereka tetap menjadi relawan membantu korban gempa. Di sisi lain, juga belum ada kepastian kapan akan berhenti bencana melanda Palu dan sekitarnya.

"Tentu tidak sama dengan relawan dari luar Palu yang tidak memiliki keluarga di sini. Mereka juga bisa pulang untuk digantikan relawan yang lain," katanya. Tim doctorSHARE yang tergabung dalam organisasi Capacitar International yang berjumlah empat orang membantu kondisi sejumlah relawan Pasigala dengan mempraktekkan Tai Chi, akupresure dan pernapasan.


Tim doctorSHARE bersama relawan Pasigala

“Upaya penyembuhan tidaklah cukup dengan hanya mengurangi gejala fisik dan emosi tapi harus juga melibatkan sistem keseluruhan, hubungan relasi dengan orang lain, dan lingkungan sampai ke tahapan sel dan energi,” jelas Ita. Salah satu anggota tim, Prita menambahkan bahwa bagaimana kita menghadapi trauma bisa menjadi katalis untuk perkembangan dan transformasi. Luka-luka yang lama bisa dirubah menjadi kearifan untuk hidup secara utuh dan seimbang.'

“Jika seseorang sudah sembuh dan seimbang, maka ia akan dapat mempengaruhi keluarga, komunitas dan lingkungan dunianya yang akhirnya akan membawa kesehatan dan keutuhan untuk sesame manusia,” katanya.

Sementara, salah satu relawan, Wali Tola mengaku bersyukur mengikuti kegiatan dan berharap dapat dipraktekkan yang selanjutnya ilmu yang diperoleh dapat ditularkan ke penyintas Pasigala yang juga memerlukan dukungan psikososial.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN