Turunkan Inflasi, OPD Harus Lakukan Strategi 4K


 
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng, di salah satu hotel di Palu Senin, (26/11/2018)
 Sumber: Biro humpro sulteng

GUBERNUR Longki Djanggola meminta pada bupati dan walikota se Sulteng untuk melakukan strategi 4K. Tujuannya, untuk pengendalian inflasi di daerah. Strategi itu difokuskan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi sebagai bagian strategi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, keterjangkauan harga. Hal itu sesuai dengan surat Mendagri yang meminta agar upaya pengendalian inflasi di daerah dapat terintegrasi dan sejalan dengan implementasi roadmap pengendalian inflasi nasional.

Demikian amanat Gubernur Sulteng ketika membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng, di salah satu hotel di Palu Senin, (26/11/2018).

Menurut Gubernur Longki Djanggola selaku Ketua TPID Sulteng menyampaikan bahwa kegiatan Hingh Level Meeting TPID yang dilaksanakan  sangat Urgens karena dapat sebagai sarana konsultatif dalam menjaga silaturahmi antar TPID propinsi, kota dan kabupaten se Sualawesi Tengah, utamanya pasca gempa, tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 lalu.

Ia menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di wilayah yang kita cintai ini memberikan dampak yang luar biasa dan sangat mempengaruhi sendi sendi kehidupan perekonomian khususnya di wilayah Pasigala dengan hal tersebut Gubernur Sulteng selaku ketua TPID mengharapkan kerja keras semua pihak sesuai Tufoksi agar segera mengambil langkah strategis dalam rangka memperbaiki sendi sendi perekonomian daerah yang dapat mempercepat kebangkitan sulawesi tengah kearah yang maju, madiri dan berdaya saing.

Selanjutnya Gubernur Longki menyampaikan bahwa pada Oktober 2018 inflasi Kota Palu merupakan inflasi tertinggi sebesar 2,27 %. Hal ini diakibatkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, dan juga kenaikan harga biaya tranportasi yang cukup signifikan serta kenaikan harga barang barang penting dan barang strategis lainnya. Belum lagi terjadi kelangkaan yang disebabkan tingginya permintaan dan belum maksimalnya operasi pelabuhan akibat beberapa alat bongkat muat mengalami kerusakan. Dari waktu normal dua sampai tiga hari menjadi enam bahkan hingga tujuh hari yang mengakibatkan terganggunya kelancaran distribusi baik pangan maupun non pangan.

Untuk itu, kata Gubernur memberikan perhatian serius ke PT. Pelindo agar segera memperbaiki peralatan alat bongkar muat agar distribusi barang dapat lancar karena sangat mempengaruhi laju inflasi daerah. Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan amanat Mendagri terkait hasil Rakorpusda TPID pada tanggal 16 - 19 Oktober 2018 untuk ditindaklanjuti berupa :

1. Melakukan kerjasama antar daerah dan/atau berbagai pihak.

2. Mengalokasikan anggaran pada perangkat daerah yang membidangi pelaksanaan pengendalian inflasi di daerah untuk mendukung program kerja TPID .

3. Berperan Aktif khususnya terkait pengendalian inflasi di daerah yang difokuskan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi sebagai bagian strategi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, keterjangkauan harga

Terpisah, Kepala Biro Adminitrasi Perekonomian Setda Propinsi Sulawesi Tengah Richard A. Djanggola, menyampaikan bahwa kegiatan High Level Meeting TPID Provinsi Sulteng dilaksanakan sesuai dengan Program Kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sulteng Tahun 2018  dengan maksud peningkatan koordinasi antar anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah Propinsi Sulteng dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten /Kota Se-Sulawesi Tengah.

Selanjutnya Kepala Biro Adm Perekonomian menyampaikan bahwa acara Hight Level Meeting TPID bertujuan untuk melakukan Evaluasi terhadap Perkembangan Inflasi sampai pada triwulan III Tahun 2018 dan menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru dan saling Tukar Informasi antar anggota TPID terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan di OPD. Acara High Level Meeting TPID tersebut dihadiri Wakajati, Kepala perwakilan BI Sulteng, anggota TPID propinsi dan para bupati/walikota.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN