200 Lapak Akan Dibangun Di Hutan Kota

-

Reporter: Firmansyah Lawawi

Guna mengantisipasi gejolak sosial, serta relokasi pedagang yang menggantungkan hidup mereka berjualan di seputaran teluk Palu pasca bencana alam, rencananya pemerintah kota akan membangun sekitar 200 lapak di lokasi hutan kota Kaombona. Tepatnya di depan Kampus Unismuh Palu.

Pekan lalu, Wali kota, Hidayat mengungkapkan bahwa bantuan pembangunan lapak tersebut, hasil dari kunjunganya ke ibu kota beberapa waktu lalu. Setelah melakukan loby ke sejumlah lembaga swasta. Seperti BRI.

Selain itu, lampu penerangan untuk lapak, ujar Wali kota, juga telah didapatkan dari beberapa pihak yang bersedia membantu.

Disamping itu, tidak menutup kemungkinan lapak tersebut akan bertambah. "Tujuan dari relokasi tersebut, agar para pedagang yang keseharianya mencari nafkah di seputaran teluk Palu, untuk tidak melakukan aktifitas di lokasi itu lagi. Menjaga kemungkinan terburuk apabila bencana kembali menimpa kota Palu," beber Hidayat.

Olehnya, Wali kota menegaskan kepada masyarakat Palu, agar tidak membuang sisa bongkaran materil bangunan ke lokasi hutan kota Kaombona.

"Saya tegaskan kepada warga Palu, agar sisa bongkaran materil bangunan mereka dibuang di tempat pembuangan akhir. Bukan di lokasi hutan kota Kaombona. Karena di lokasi tersebut rencananya akan dibangun lapak," tutur Hidayat.

Ditambahkanya, pemerintah kota  berupaya menormalkan kembali semua leading sektor yang ada di Palu. Seperti perdagangan. Sehingga geliat ekonomi pasca bencana alam beberapa waktu lalu, bisa kembali normal seperti semula.

Oleh karena itu, Wali kota berharap dukungan dari masyarakat kota Palu, untuk bersama-sama dalam menata serta membangun kembali kota Palu. "Mari kita bersama membangun kembali kota Palu. Tidak perlu lagi kita saling menghujat, menyalahkan satu sama lainya, karena hal itu tidak akan menyelesaikan persoalan, " pintanya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN