.

.

2018:Jaringan Narkoba Palu Pakai Sistem Sel

Press Conference Badan Narkotika Nasional (BNN) Palu  (27/12/2018)

Reporter: Firmansyah lawawi

EVALUASI Akhir tahun – 2018, ternyata jaringan peredaran narkoba di Palu sudah menggunakan sistem sel. Artinya, setiap pelaku pada jaringan tidak saling mengetahui. Baik yang bertugas sebagai kurir maupun pengedar narkoba. Hal itu dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Palu, AKBP Abire Nusu ketika memberikan keterangan akhir tahun ke wartawan (27/12/2018).

‘’Modus yang digunakan oleh para pengedar narkotika di Palu, menggunakan metode jaringan terputus. Mekanismenya dalam melakukan transaksi, mereka menggunakan orang yang berbeda. Seperti kurir maupun penerima barang haram tersebut, " jelasnya.

Artinya, bandar utama tidak berperan dalam melakukan transaksi narkoba. Oknum tersebut hanya berada di belakang layar. Saking lihainya, mereka jarang menggunakan ponsel saat transaksi. Bertujuan agar tidak mudah dilacak aparat penegak hukum.

Sehingga kata Abire, butuh waktu untuk memutuskan rantai peredaranya dengan maksimal dan menyeluruh di beberapa titik yang menjadi sarang narkoba. Seperti di Kelurahan Tavanjuka, jalan Anoa dan Kelurahan Kayu Malue.

Namun, BNN sendiri terus berupaya semaksimal mungikn untuk menekan serta mencegah peredaran narkoba di kota Palu. Dengan melakukan sosialisasi dan langkah persuasif, melalui pendekatan secara kekeluargaan di tiga titik tersebut.

‘’Setiap hari Jum'at, kami melakukan silaturahim ke Kelurahan Tawanjuka. Selain melakukan sosialisasi bersama tokoh agama, adat maupun masyarakat, tentang bahaya narkoba, juga meminta kepada mereka untuk bersama-sama dalam menekan dan memberantas narkoba. Alhasil, mereka menyatakan bersedia membantu, " beber Abire.

Anggaran BNN Palu dalam memberantas narkoba, lanjut Abire, hanya dialokasikan untuk dua kasus saja dalam setahun. Olehnya, dengan anggaran minim tersebut, BNN mengupayakan agar dapat dikembangkan menjadi beberapa kasus.

"Untuk dana anggaran BNN Palu dalam pengungkapan kasus narkoba pertahunnya. Hanya dialokasikan sebanyak dua kasus saja. Namun kami berupaya memaksimalkanya. Sehingga di tahun 2018 ini, bisa mengungkap tiga kasus narkoba yang ada di kota Palu, " akunya.

Kasus pengungkapan narkoba di kota Palu tahun 2018, menurut Abire, tercatat tiga kasus. Dengan melibatkan tujuh orang tersangka. Jumlah barang bukti yang berhasil disita, sebanyak 22,9 gram narkotika jenis sabu-sabu.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN