Bahan Bangunan Langka: Transisi Darurat Diperpanjang

'

Reporter: Ikhsan madjido

TERJADINYA kelangkaan material berupa bahan bangunan dan semen menyebabkan pembangunan hunian sementara (Huntara) sempat terhenti selama dua pekan. Akibatnya penyelesaian pembangunan Huntara tersebut baru mencapai 30 persen. Mengevaluasi hal itu, masa transisi darurat yang berakhir 25 Desember ini diperpanjang.

Gubernur Longki Djanggola mengatakan pemerintah menargetkan akhir Desember sudah harus terbangun 700 unit Huntara pada tahap I. Namun sampai pertengahan Desember baru sekitar 30 persen yang terbangun dan siap ditempati. Sedangkan target total Huntara yang ditetapkan oleh pemerintah untuk wilayah terdampak sebanyak 1.200 unit.

“Adanya kelangkaan semen, bahan bangunan dan lain-lain. Ada sekitar dua minggu sedikit macet. Tapi Insya Allah yang pasti bahwa target Huntara itu harus dipenuhi. Tanggal 25 tidak bisa terpenuhi. Harus diperpanjang lagi. Mungkin sampai akhir Maret 2019,” kata Gubernur Longki, Kamis (20/12/2018).

Hal ini akan dirapatkan Gubernur untuk meminta masukan dari semua pihak pada, Jum’at (21/12/2018) hari ini, dan selanjutnya dalam waktu dekat akan melaporkan langsung kepada Presiden RI terkait permohonan penambahan tenggat waktu masa transisi darurat bencana untuk Pasigala. “Ini kan sama dengan peristiwa bencana yang terjadi di Lombok beberapa waktu yang lalu, yang juga meminta penambahan waktu masa transisi,” ujarnya.

Namun demikian pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya agar kebutuhan akan hunian bagi para pengungsi dapat segera terselesaikan sehingga masyarakat yang terkena dampak bencana dapat bangkit dan kembali hidup normal seperti sebelumnya.

Saat ini Huntara sedang dibangun baik oleh pemerintah pusat melalui kementerian PUPR, sejumlah BUMN, dan lembaga serta yayasan kemanusiaan dari dalam dan luar negeri.

Diketahui, sejak Senin (17/12/2018) sebanyak 139 unit huntara dari 697 yang sedang dikerjakan sudah dihuni oleh pengungsi di Kelurahan Silae, Ulujadi.

Sedikitnya 29 kepala keluarga (KK) mulai menempati hunian sementara (huntara) sumbangan Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  yang berada di Kelurahan  Silae bersebelahan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Silae.

Berdasarkan data Pusdatina Sulteng per 6 Desember, jumlah pengungsi di Palu Sigi dan Donggala sebanyak 164.626 jiwa atau 50.422 KK yang tersebar di 333 titik pengungsian  dengan rincian Kota Palu 36. 677 jiwa atau 10.356 KK di 127 titik pengungsian. Selanjutnya di Kabupaten Sigi sebanyak 90. 603 jiwa atau  28.588 KK di 154 titik pengungsian  dan di Donggala sebanyak 36. 346 jiwa atau 11.478 KK di 52 titik pengungsian.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN