Ijal dan Anwar Akan Duel Maut

'
Reportase: andono wibisono

DI TENGAH memulihkan wilayah terdampak bencana, surat Depdagri No 122.72/8992/Otda tentang pengisian Wakil Gubernur Sulteng meminta agar pemerintah Provinsi Sulteng segera mengisi jabatan Wakil Gubernur, menambah keriuhan politik di Sulteng. Belum lagi bocornya surat Tim Advance tertanggal 6 Agustus 2018 yang mengusung dua nama Faisal Mang dan Anwar Hafid.

Tim Advance partai koalisi yaitu Gerindra, PAN dan PKB serta PBB yang ditandatangani; dari Gerindra yaitu DR Alimuddin Pa’ada, Rusli Palabi dari PAN, Muhammad Amin Thahir dari PKB, Wawan Setiawan dari PBB. Alimuddin Pa’da kepada redaksi membantah itu hasil final. Karena hasil Tim Advance masih akan dikembalikan ke Parpol masing-masing. Akhirnya riuh politik tak bisa dihindarkan.

Penelusuran redaksi, bahwa Gubernur Longki Djanggola telah mengadang-gadang calonnya sebagai user. Diperkirakan, nama itu belum Longki tawarkan ke koalisi partai pengusung dan pendukung. ‘’Saya haqul yakin Pak Gub pastilah ada nama yang sudah disiapkan pasca Hidayat Lamakarate batal saat itu dicalonkan karena tiga nama diusulkan ke Panlih,’’ tutur sumber.

Setidaknya ada dua skenario yang diperkirakan akan dilakukan. Pertama; yaitu nama Samsurizal Tombolotutu (Bupati Parigi Moutong) untuk menjadi calon wakil gubernur yang diusung Gerindra. ‘’Bisa jadi PKB, PBB akan mendukung. Bisa bulat bila PAN juga mendukung. Tapi saya yakin akan lonjong. Pasti parpol di luar Gerindra juga akan minta nama Anwar Hafid selain nama Pak Samsurizal sebagai syarat dua nama,’’ tutur sumber lagi.

Skenario kedua; bila mantan Bupati Morowali dua periode (Anwar Hafid) itu ikut-ikutan Faisal Mang mundur dari pencalonan, maka kembali pada skenario pertama akan makin mulus dan lapang jalannya. ‘’Tapi saya kembali haqul yakin, Anwar mau disandingkan dengan siapa saja pasti akan fight. Karena ini jalan bagi Anwar untuk 2021 menuju Pilgub,’’ tandas meyakinkan. Olehnya, ia meyakini kedua nama itu bakal akan duel maut di paripurna pemilihan Wagub Sulteng di DPRD.

Lantas mengapa harus nama Samsurijal Tombolotutu yang diyakininya? ‘’Pak Longki dalam sejarah politiknya nampak nyaman bersanding dengan mantan TNI. Lihat begitu sangat kehilangan beliau ketika almarhum Pakde Darto mangkat. Pak Longki punya pengalaman juga dengan sipil duet memimpin, tapi kan tidak harmonis,’’ terangnya menjelaskan. Atas dasar tracking politik itulah ia yakin Ijal – sapaan Bupati Parmout itu bakal akan diusung Gerindra. ‘’Kalau Gerindra pastilah Pak Longki ada di sana,’’ tutupnya.

KALANGAN PROFESIONAL
Tokoh Pers Sulawesi Tengah versi Dewan Pers, Tri Putra Toana (05/12/2018) menyebut ada momentum yang besar ke depan berkaitan dengan pengisian kotak jabatan politik Wagub.

Momentum pertama; adalah tugas penting membangun Sulteng yang tiga daerah sentra di wilayah Barat yaitu Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana dahsyat untuk kembali bangkit dari keterpurukan. ‘’Diakui atau tidak Sulteng kali ini sakit. Butuh dokter spesialis bedah yang tepat membuat diagnosa untuk segera dilakukan treatment,’’ terang Ongki – sapaan akrabnya.

Momentum kedua; adalah mewujudkan visi Gubernur Longki Djanggola untuk sejajar dengan daerah lain yang berdaya saing dan mandiri. ‘’Tantangannya besar. Dua tahun setengah Pak gub bersusah payah mengejar itu. Datang bencana, semua kembali harus ditata. Sisa waktu dua tahun lebih lagi. Butuh percepatan lebih lagi,’’ tandas owner sekaligus founder Trimedia Grup itu.

Momentum itu akan menjadi monumen kebanggaan masyarakat, apabila Gubernur Longki memilih figur tepat, muda dan profesional. ‘’Sudah waktunya Sulteng diisi profesional yang seirama dengan beliau (gubernur.Red). Jangan pegawai negeri lagi atau politisi. Maaf kalau ASN nanti terlalu lama bergerak dengan Juklak dan Juknis istilahnya. Kalau politisi nanti lebih banyak pencitraan dari pada keikhlasan membantu Pak Gub,’’ tandasnya dengan nada berseloroh.

Dijelaskannya, kalangan profesional biasa sedikit bicara tapi banyak bekerja. Dua tahun lebih itu, adalah ruang yang besar untuk banyak bekerja dan sedikit bicara. ‘’Disisi lain pasti loyal dengan aturan dan pimpinan. Karena budaya kalangan profesional begitu,’’ terunya memberi argumentasi.

Ia yakin, kalangan profesioanl di Sulteng sangat banyak dan mapan. Hanya saja selama ini tidak pernah diberikan panggung di depan untuk diajak bersama-sama membangun daerah dalam proses pengambilan kebijakan politik pembangunan, kemasyarakatan dan sosial ekonomi. ‘’Sulteng harus bangkit dan jawabannya harus berani keluar dari kelambu penggap yang hanya itu-itu saja,’’ tandas pegiat media yang hingga kini masih aktif berkelut di redaksi.

Mendagri sesuai suratnya tertanggal 9 Nopember 2018 lalu, Kementerian dalam Negeri RI No 122.72/8992/Otda tentang pengisian Wakil Gubernur Sulteng meminta agar pemerintah Provinsi Sulteng segera mengisi jabatan Wakil Gubernur. Pengisian itu sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 1 Tahun 2015 dan dan peraturan pengganti UU No 1 tahun 2014 khususnya pasal 176 ayat (1 dan 4). Surat Kemendagri itu ditandatangani Dirjen Otda Sumarsono MDM.

Surat tertanggal 9 Nopember 2018 dari Dirjen Otda itu ditujukan kepada Ketua DPRD Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele. Beradar surat itu ke redaksi dengan disposisi berbunyi; ‘’Panitia pemilihan untuk segera ditindaklanjuti’’ dengan tinta warna hijau. Tinta yang dikenal digunakan Aminuddin Ponulele.

Sesuai data redaksi, tertanggal 02 Desember 2017 lalu, Gubernur Longki Djanggola mengusulkan dua nama yaitu Faisal Mang dan dr Ansyhari. Bahkan Gubernur pada Kaili Post kala itu berjanji akan membahasnya dengan partai pengusung (kailipost.com).

Berturut-turut sesuai dengan data digital kailipost.com, sejak Mei 2017 lalu pembahasan pengisian Wagub mulai dilakukan. Klimaknya, pihak PAN mengusulkan satu nama yaitu Oscar Paudi. Padahal Panlih DPRD Sulteng sesuai dengan tatibnya hanya menerima dua nama. Akhirnya pembahasan Wagub itu deadlock hingga nyaris setahun hingga saat ini.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN