Jangan Percaya Isu 28 Desember


.
Reporter: Firmansyah lawawi

BEREDARNYA Isu di media sosial entah dari mana juntrungannya mulai meresahkan warga Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Isu itu menyebut bahwa tepat empat bulan, Jumat 28 Desember 2018 besok akan ada gempa besar. ‘’Sudah banyak yang mengungsi dan keluar Palu akibat isu itu,’’ tutur salah satu Calon DPD RI, Agusalim Faisal SH kepada Kaili Post ketika mencoba meminta informasi.

Rabu (26/12/2018), menanggapi hal tersebut, kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Goefisika Kelas IA Palu, Cahyo Nugroho, melalui via WhatsApp menegaskan kepada masyarakat agar jangan percaya kepada isu-isu prediksi gempa bumi dan tsunami yang akan terjadi, terlebih diisukan tanggal 28 Desember 2018 mendatang.

Dia juga menjelaskan, hingga saat ini, belum ada satu tehnologi pun yang mampu memprediksikan, bahkan bisa menentukan waktu kejadianya. ‘’Gempa bumi dapat terjadi kapanpun, namun belum ada tehnologi yang mampu memprediksikan kapan akan terjadinya, " ungkap Cahyo Nugroho.

Sekaitan dengan video viral di medsos, terkait prediksi tentang akan terjadinya gempa bumi besar, atau Megathrust berkekuatan 8,7 skala ritcher melanda Jakarta dan Pulau Jawa, Cahyo juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap fenomena alam yang terjadi saat ini. Khususnya di Sulteng.

‘’BMKG juga berharap kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Serta tetap memperhatikan informasi penting dari BMKG, " pintanya.

Isu tersebut telah beredar sekitar lima tahun lalu. Namun BMKG Jakarta sendiri, belum mengetahui secara pasti kapan dan berapa kekuatan gempa tersebut. Fenomena Megathrust merupakan kejadian alam yang biasa terjadi di Samudera Hindia. Yaitu terjadinya tumbukan antara lempengan indo Australia dan Aurasia. Sehingga mengakibatkan gempa dahsyat.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN