‘Keroyok’ Anggota Panwaslu, Bupati Kasman Dilapor ke Polisi

Ilustrasi
Sumber: portalsulawesi.com

BUPATI Donggala, Kasman Lassa diduga secara bersama-sama, melakukan tindakan ‘penggeroyokan’ dan tindakan intimidasi pada salah satu anggota Panwaslu Kecamatan Banawa yang sedang menjalankan tugasnya.

Kronologis kejadiannya, Diduga merekam kegiatan kampanye terselubung oleh Lurah Ganti dan Bupati Donggala Kasman Lassa, anggota Panwaslu Banawa, Hamran Abu Bakar babak belur dianiaya Bupati yang dibantu ajudannya serta beberapa orang warga.

Peristiwa pengeroyokan ketika bupati Donggala Kasman Lassa meresmikan proyek Air Bersih di Dusun Kabuti Desa Ganti, (23/12/2018) lalu. Umar selaku Lurah Ganti dalam sambutannya memperkenalkan anak Bupati Donggala Kasman Lassa yakni Widya castrena LRTP Sidha Lassa S.Ip yang turut hadir mendampingi ayahnya dalam kegiatan tersebut sebagai Caleg dari Partai Nasdem Dapil I Donggala dengan nomor urut 2.

Bukan hanya lurah ganti, Bupati Kasman Lassa juga turut mempertegas keberadaan anaknya selaku calon anggota legislatif di pemilihan legislatife 2019 mendatang. Ketika memberikan sambutannya tersebut Kasman memperkenalkan anaknya Widya sebagai caleg untuk wilayah dapil Banawa dan Banawa selatan dan membagi bagikan Kartu Nama anaknya tersebut.

Melihat momen tersebut adalah sebuah pelanggaran penyelengaraan Pemilu, Hamran Abu Bakar selaku Panwaslu Banawa tersebut merekam semua kejadian tersebut dengan Handphone pribadinya sebagai bahan laporannya .

Apesnya, kejadian perekaman tersebut diketahui beberapa pendukung Bupati dan disampaikan kepada Ajudan Bupati yakni Ramadhan dan Andri,keduanya adalah Anggota Polri dari Polres Donggala yang diperbantukan kepada Pemda Donggala selaku Ajudan Bupati.

Mengetahui hal tersebut, kedua ajudan Bupati Donggala langsung menginterogasi Hamran. Bahkan dibawa tekanan dan intimidasi ajudan tersebut meminta paksa handphone yang dipakai merekam kegiatan yang diduga Kuat melanggar Undang Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Bahkan, celana panjang anggota Bawaslu tersebut sobek akibat mempertahankan rekamannya di handphonenya dari upaya perampasan oleh kedua ajudan Bupati Donggala tersebut.

Bupati Kasman Lassa yang hendak meninggalkan tempat peresmian Air bersih di dusun Kabuti Desa Ganti menuju Kota Donggala tersebut mendengarkan kegiatan dirinya ‘diendus’ Panwaslu, ia pun lantas menghampiri Hamran Abu Bakar. Dengan emosi, Kasman ikut pula melakukan intimidasi. Bahkan Bupati Donggala tersebut mengangkat kerah baju Hamran Abu Bakar sambil mengeluarkan kata kata intimidasi.

Melihat bupati Donggala Kasman Lassa “turun tangan” mengintimidasi Anggota Bawaslu Donggala tersebut,sejumlah orang yang diduga kuat adalah warga setempat yang merupakan simpatisan Buapti Kasman Lassa saat Pilkada lalu langsung ikut mengeroyok Hamran Abu Bakar.

“Terasa pukulan keras dikepala dan tulang rusukku,celana panjangku sampai tersobek terbelah dua ” ungkap Hamran Abu Bakar ,seperti yang disampaikan Bawaslu Kabupaten Donggala dalam release resminya kepada Portalsulawesi.

Dalam kejadian pengeroyokan tersebut,Bupati Donggala Kasman Lassa dan Ajudannya berhasil merebut Handphone Hamran Abu Bakar,dengan sigap Ajudan bupati atas perintah bupati langsung menghapus semua file berisi rekaman dan foto kegiatan ” Kampanye hitam” terbungkus peresmian tesebut.

Atas kejadian yang menimpa Salah satu Bawaslu Banawa tersebut, Bawaslu Donggala melakukan rapat koordinasi di Gakumdu bersama Bawaslu Propinsi Sulteng, Kejaksaan Negeri Donggala dan Polres Donggala. Bawaslu Donggala memutuskan mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian resort Donggala serta meneruskan laporan penganiayaan yang dilakukan Bupati Donggala terhadap salah satu Bawaslu Donggala Ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI dan Bawaslu RI serta Gubernur sulteng.

“Kita akan menempuh jalur hukum tindakan Bupati Kasman Lassa dan ajudannya jelas sebuah praktek kriminal dan penghinaan terhadap lembaga negara khususnya Bawaslu, ” ujar Mohamad Fikri SH selaku koordinator divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Donggala.

Bawaslu Sulawesi Tengah secara resmi telah melaporkan kejadian intimidasi, pengeroyokan dan perampasan hak milik Hamran Abu Bakar selaku Panwaslu Banawa kepada polisi. Bahkan Gubernur dan Mendagri juga dikirimi surat nota keberatan.

Surat Nota keberatan Bawaslu Sulteng terkait intimidasi dan pengeroyokan terhadap anggota Bawaslu Banawa yang dilakukan Bupati Donggala Kasman Lassa bernomor 063/K-ST/NK-0800/VII/2018 tertanggal 26 Desember 2018 ditanda tangani langsung Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi Sulawesi Tengah ,Ruslan Husein.

Ada empat poin penting dalam Nota keberatan tersebut diantaranya Bawaslu RI propinsi Sulteng mengecam segala hal tindakan kekerasan ,intimidasi dan pengancaman terhadap pengawas pemilu,mendesak seluruh jajaran pemerintahan daerah baik Gubernur dan Bupati/walikota dan seluruh unsur forkominda agar mengambil langkah nyata guna memberikan jaminan keamanan,suasana kondusif serta perlindungan hukum kepada seluruh pengawas pemilu khususnya dan penyelenggaraan pemilu pada umumnya.

Bawaslu Sulteng juga mendesak Kapolda dan jajarannya serta tim sentra Gakumdu Propinsi Sulteng untuk segera mengusut dan menindaki pelaku sesuai ketentuan dan perundang undangan. Poin ke empat dalam nota keberatan Bawaslu propinsi Sulteng meminta Kepada seluruh stakeholders pemilu untuk bersama sama memastikan keamanan,kedamaian serta stabilitas penyelengaraan pemilu tahun 2019.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN