Pemda Touna Genjot Pembangunan Infrastruktur Wilayah



Reporter/Touna: Yahya Lahamu

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM) dan angka persentase kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Una-Una (Touna) genjot pembangunan infrastruktur kewilayahan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Touna Mohammad Lahay, SE, MM saat menjadi Inspektur upacara Peringatan HUT Kabupaten Touna, Rabu Selasa (18/12/2018) di Lapangan eks STQ, Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo.

Bupati mengatakan, pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Touna berdasarkan data Statistik tahun 2016 sebesar 5,69 persen naik  menjadi 6,25 persen tahun 2017 dan telah melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional.

Adapun sektor yang terus bergerak naik adalah sektor pertanian, perikanan dan sektor jasa atau parawisata, pertumbuhan sektor-sektor tersebut telah sejalan dengan yang telah ditargetkan dalam RPJMD (2016-2021) Kabupaten Touna.

“Olehnya, besar harapan kami pertumbuhan ekonomi Kabupaten Touna tahun 2018 hingga masa berakhir RPJMD  2021 dapat mencapai 6,7 persen,” harap Bupati

Sementara, kata Bupati, untuk indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Touna tahun 2016 berdasarkan data statistik sebesar 62,27 point naik ditahun 2017 menjadi 62,61 point.

Berbagai program inovatif telah dan akan dilaksanakan untuk meningkatkan secara signifikan IPM Kabupaten Touna di antaranya program maimo masikolah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Program posyandu gaul untuk mencegah angka kematian bayi dan ibu melahirkan serta program inovasi lainnya,” kata Bupati.

Insya Allah, harap Bupati, dampak dari inovasi ini akan meningkatkan IPM Kabupaten Touna tahun 2018 sampai berakhir RPJMD 2021 dengan target IPM pada iterval 62,78 sampai 66,50 point.

“Apabila target ini tercapai maka IPM Kabupaten Touna akan sejajar dengan daerah lain di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” harap Bupati.

Lanjut Bupati, sementara untuk kemiskinan Kabupaten Touna tahun 2016 berdasarkan data statistik sebesar 18,56 persen dan mengalami penurunan di tahun 2017 sebesar 18,15 persen.

“Sejak Kabupaten Touna terbentuk tahun 2003 hingga 2016 presentase angka kemiskinan menempati urutan 13 atau terakhir diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah, namun di tahun 2017 angka kemiskinan terus mengalami penurunan dengan berbagai program inovatif yang telah dan akan kita lakukan, sehingga di tahun 2017 kita telah menempati urutan ke-12atau naik satu peringkat diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Bupati.

Hal ini, kata dia, akan terus dipacu dan di optimalkan program kemiskinan lintas OPD sehingga target 2018 hingga 2021 akhir RPJMD diharapkan penurunan angka kemiskinan di interval 15,90 sampai 12,20 persen dapat kita capai untuk Touna hebat.

“Olehnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, IPM dan penurunan persentase angka kemiskinan pembangunan infrastruktur wilayah menjadi perhatian bersama antara lain peningkatan prasarana jalan, jembatan, irigasi, drainase, air bersih, tambatan perahu atau dermaga, prasarana penunjang pertanian dan perikanan serta parawisata termasuk prasarana pendukung lainnya terus ditingkatkan,” tutupnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN