.

.

Pendemo Tuntut Bupati Morut Jadi Tersangka

FPRKAS melakukan aksi damai di Mapolda Sulteng dan Kejati, Rabu (12/12/2018) kemarin. Menuntut pengusutan tuntas kasus korupsi di Kabupaten Morowali Utara.

Reporter: Firmansyah Lawawi

Mengatas namakan Front Perjuangan Rakyat Anti Korupsi Sulteng (FPRKAS) melakukan aksi damai di Mapolda Sulteng dan Kejati, Rabu (12/12/2018) kemarin. Mereka menuntut Kapolda serta Kajati untuk mengusut tuntas kasus korupsi, serta pelanggaran HAM di Kabupaten Morowali Utara.

Dalam aksi damai tersebut, menyeret nama Bupati Morowali Utara, Atripel Tumimomor dan staf khusus bupati, Asman Loliwu sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan. Namun hingga saat ini belum dilakukan penahanan oleh pihak Polda Sulteng.

Perwakilan massa, Ihsam Kaemudin dalam orasinya mengatakan bahwa contoh kasus korupsi yang dilakukan pejabat Morut, seperti ganti rugi lahan untuk lokasi pembangunan perkantoran di Desa Korolama. Penanganannya telah menemui titi terang. Tipikor Polda telah menetapkan tersangka, staf Bupati Morut, Asman Loliwu, dengan jumlah kerugian Rp9 miliar dari tahun 2016 hingga 2017.

Ditambahkanya, dari 35 saksi yang telah diperiksa terkait "tanah abal-abal" tersebut, Ihsam mengungkapkan bahwa telah ditetapkan tersangkanya.’’ Infonya ini sudah A1. Barang bukti sudah cukup. Hanya menunggu oknumnya diciduk. Kami berharap penyidik Polda tidak bermain mata untuk memperlambat penetapan tersangka Atripel Tumimomor, " pungkasnya.

Ihsam juga mempertanyakan apakah hanya Asman Loliwu yang akan dijadikan tumbal kasus tersebut. Sementara ada 35 saksi lainya yang telah diperiksa. Diantaranya adalah Atripel Tumimomor. " Ada beberapa orang yang turut terlibat langsung dalam kasus tersebut. Seperti Kabid Pertanahan, Kadis Perhubungan serta bendaharanya.

Sementara itu, info dari tim penyidik KPK, telah mengirim SPDP ke Kabid Kejati, tembusan ke Mabes Polri. Bahwa ada dua nama yang akan menjadi calon tersangka. Yaitu Asman Loliwu dan Atripel Tumimomor, " katanya.

Hal senada juga diungkapkan perwakilan masyarakan Morowali Utara, Arsyad. Dalam orasinya, dia mempertanyakan status dari Asman Lawilo yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus ganti rugi lahan perkantoran Morut, namun belum dilakukan penahanan oleh Polda Sulteng.

‘’Selain itu, telah terbit SPSD terhadap Bupati Morut. Namun hingga saat ini, kami belum mendengar kelanjutan kasus tersebut. Olehnya, atas nama front perjuangan anti korupsi Morut, mendesak Kapolda untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang ada di Morowali Utara, " tandas Arsyad.

Perwakilan dari FPRAKS akhirnya diterima oleh pihak Polda Sulteng dalam melakukan negosiasi terkait tuntutan mereka.  Setelah melakukan orasi di depan Mapolda Sulteng, sekitar tiga puluh Massa tersebut bergerak ke kantor Kejaksaan Tinggi.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN