Tarif Pesawat Penyumbang Terbesar Inflasi

-

Reporter: Firmansyah

PASCABENCANA alam, di Palu mengalami inflasi, atau naiknya harga maupun tarif jasa. Salah satu penyumbang terbesar inflasi yaitu tarif angkutan udara. Tercatat sebesar 0,26 persen. Hal itu terangkum dalam keterangan pers Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Senin (3/12/2018).

Sektor lain yang turut menyumbang inflasi adalah ipah tukang, sebesar 0,24 persen. Kemudian ikan Mujair 0,12 persen. Besi beton 0,10 persen. Seng 0,08 persen, serta semen dan ikan kering.  Secara garis besarnya, kota Palu mengalami inflasi sejumlah 0,83 persen. Dari tahun ke tahun 7,27 persen.

Sementara itu, negara tujuan ekspor Sulteng di bulan Okteber 2018, berada di negara Tiongkok sebesar 30 persen, Taiwan 23,86 persen  dan Kore Selatan 14 persen. Estimasinya adalah enam puluh persen Sulteng melakukan ekspor ke negara tersebut. Sembilan puluh sembilan persen dari sektor minyak dan gas. Atau non pertanian.

Kepala BPS Sulteng, ir. Faisal Anwar membeberkan bahwa untuk harga bahan makanan di bulan November masih bisa dikendalikan. Fenomena terjadinya inflasi khususnya untuk sektor upah tukang, maupun barang bangunan, disebabkan tingginya permintaan terhadap dua poin tersebut. Otomatis memicu terjadinya inflasi.

Kabid BPS, Nasir menjelaskan bahwa  hingga bulan November, Palu masih mengalami inflasi sebesar 0,83 persen. Namun, sektor yang memiliki andil negatif terhadap  hal tersebut adalah dari kelompok bahan makanan. Seperti turunya harga komoditas ikan ekor kuning, bandeng, kembung, cakalang, layang, tempe, tahu, daging, jagung, dan bawang merah.

‘’Dimasa transisi ini, mayoritas masyarakat melakukan rehabilitasi, atau perbaikan infrastruktur bangunan rumah. Seiring dengan hal tersebut. Memicu tingginya permintaan barang bangunan, maupun tukang. Olehnya harga dan tarif kedua sektir itu mengalami peningkatan, " paparnya.

Selain itu, kota Palu sendiri ungkap Nasir, secara globalnya, Palu termasuk kedalam daftar tujuh puluh kota di Indonesia, dari delapan puluh dua yang mengalami inflasi.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN