.

.

Bencana Pasigala Telan 19 Personil Polda Sulteng

.

Reporter: Firmansyah Lawawi

DARI hasil data akibat bencana alam 28 September 2018, sebanyak dua belas orang personil Polri Sulteng meninggal dunia. Tujuh orang lainya dinyatakan hilang, enam belas mengalami luka berat maupun ringan.

Senin (31/12/2018) Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Setyo Budi Mumpuni Harso saat press release akhir tahun bersama sejumlah media mengungkapkan bahwa selain kehilangan 19 personilnya, pihaknya juga mengalami kerugian materil akibat bencana alam sebanyak Rp34 Milyar lebih

Dengan rincian kerugian terdapat di Polsek Biromaru (Kabupaten Sigi) Polsek Sirenja, Mako Kompi Brimob Sigi (DEN A) beserta Rumdin staff, Rumdin Dit Pol Air. Kendaraan R6 sebanyak tujuh unit, R4 sepuluh serta R2 juga sepuluh unit.

Kerusakan infrastruktur bangunan rumah milik anggota Polda Sulteng sendiri ungkap Wakapolda, sebanyak 1,522 unit. Dengan rincian, terdampak Likuifaksi 294, rusak berat 391, rusak ringan 762 unit.
Selain itu kata Wakapolda, pihaknya juga  kehilangan sejumlah senjata api. Jenis Revolver sebanyak lima pucuk, satu unit Glock atau Sigsaver.

Sementara itu, tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulteng meningkat dari tahun 2017 ke 2018. Tercatat  pada tahun 2017 hanya menangani sebanyak 387 kasus. Namun tahun 2018 meningkat menjadi 456 kasus atau naik 17,82 persen.

Menurut Wakapolda, untuk tahun 2017 seluruh perkara penyalahgunaan narkoba tersebut selesai ditangani. Namun tahun 2018, dari 456 kasus yang ada, hanya berhasil selesai sebanyak 359 kasus.“Tahun 2018 Polda Sulteng telah menyelesaikan 78,7 persen,” jelasnya.

Dari jumlah perkara tindak pidana narkoba tahun 2017, Polda Sulteng berhasil  mengamankan sedikitnya 482 tersangka. Sedangkan tahun 2018 sebanyak 636 orang.

Jenis barang bukti (Babuk) kasus narkoba tahun 2017 yang diamankan pihaknya, sebut Wakapolda, berupa sabu seberat 4,560gram lebih. Yahun 2018 seberat 5.111gram lebih. Selain itu juga menyita babuk berupa pil THD. Yakni pada tahun 2017 sebanyak 804 butir dan 13.874 butir ditahun 2018.

Jumlah kasus tindak pidana korupsi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dibeberkan Wakapolda Sulteng, jumlah tindak pidana korupsi di wilayah Sulteng pada tahun 2017 hanya sebanyak 8 kasus. Diselesaikan sebanyak enam kasus, dengan jumlah kerugian negara Rp395,088 juta lebih. Tahun 2018 meningkat sebanyak 13 kasus. Namun jumlah kasus yang berhasil diselesaikan tahun 2018 hanya tujuh kasus saja, dengan kerugian negara Rp8.473 miliar.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN