Kenaikan UMSK 20% Masih Wajar


Reporter/Morowali: Bambang Sumantri

DALAM Beberapa hari, ribuan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melakukan aksi mogok kerja.

Aksi tersebut menuntut kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) sebesar 20%, sebagaimana kesepakatan awal dalam rapat dewan pengupahan.

Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kabupaten Morowali, Niswanto Rachman mengatakan bahwa seharusnya keputusan tersebut mulai diberlakukan bulan Januari 2019. "Seharusnya sudah dilaksanakan mulai Januari 2019, tapi ini justru dikembalikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah untuk dibahas kembali di dewan pengupahan Kabupaten Morowali berdasarkan surat keberatan yang dilayangkan oleh PT. IMIP kepada gubernur," ujarnya.

Dikatakan Niswanto, kenaikan UMSK 20% itu sudah sesuai dengan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan oleh dewan pengupahan daerah. "Kenaikan ini kan sudah berdasarkan KHL oleh Dewan Pengupahan" singkatnya.

Niswanto juga mengatakan bahwa aksi mogok buruh ini mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian. "Oleh karena itu, kami dari Pimpinan PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (PRD) Morowali mengutuk keras atas tindakan represif yang dilakukan oleh kepolisian, dan mendukung gerakan buruh PT. IMIP di Morowali," tandasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN