.

.

Kotak Suara Tahan Beban Hingga 90 Kg

.

Reporter: Firmansyah Lawawi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menjamin kualitas kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019. Kendati berbahan dasar kardus atau karton kedap air, kotak suara bisa menahan beban hingga 90 kilogram (kg).

Ketua KPU Palu  Agusalim Wahid mengatakan, kekuatan kotak suara telah diuji. Ketahanannya juga sudah diperhitungkan dengan matang.

"Dari sisi kekuatan, kuat ditimpa beban 80-90 kilogram tidak penyok. Ditumpuk berapa pun juga tak akan penyok, karena biasanya kotaknya itu di tumpuk 4 atau 5 kotak di atasnya tidak masalah," kata Agusalim, di Palu, Rabu (9/1/2019).

Dia menjelaskan, kotak suara pada Pemilu 2019 berbahan karton kedap air. Dengan estimasi telah dimasuki surat suara, beban kotak bisa mencapai 10,5 kg. Kotak suara sanggup menahan beban meski ditumpuk hingga 5 kotak.

Selain itu, bahan duplex tersebut juga kedap terhadap percikan air. Karena bahanya dibuat khusus. Bukan seperti bahan kardus yang diketahui selama ini.

"Penggunaan bahan duplex sebagai kotak suara, diatur dalam PKPU Nomor 7 tahun 2018. Menyebutkan bahwa penggunaan kotak suara, menggunakan bahan karton kedap air, serta salah satu sisinya transparan. Maksud dari transparansi itu, agar diketahui kotak suara tersebut kosong maupun telah berisi surat suara, " jelas Agusalim.

Mekanisme dari pengepakan kotak suara menurut Agusalim, setelah dilakukan perakitan, surat suara kemudian dimasukan ke tempat tersebut. Setelah itu, akan disegel menggunakan kabel tis berlogo KPU yang terbatas penggunaanya, serta tidak tersedia di tempat lain. Sebelum didistribusikan ke TPS,  maupun sebaliknya, kotak suara terlebih dahulu dibungkus lagi menggunakan plastik.

"Berbicara tentang keamanan dari kotak suara, bukan hanya jenis bahan yang digunakan. Intinya adalah integritas  penyelenggaranya. Meliputi pengawasan dari Bawaslu, pengamanan dari TNI dan Polri, partisipasi masyarakat. Karna saat ini, masyarakat meragukan keamanan dari penggunaan kotak suara tersebut, " akunya.

Senada, Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming mengatakan ketahanan bahan untuk kotak suara tersebut, kedap terhadap air. Artinya terendam air dalam jangka waktu yang tidak lama, tidak akan rusak.

Olehnya, untuk lebih menjaga keamanan dari kotak suara itu, dibungkus lagi dengan plastik. "Sebelum surat suara dimasukan ke dalam kotak suara. Terlebih dahulu dibungkus dulu dengan plastik. Kemudian kotak suaranya juga seperti hal tersebut," ucapnya.

Jadi, kata Tanwir, terdapat beberapa lapis pengamanan dari kotak suara tersebut dalam pendistribusianya. "Jika dibandingkan dengan bahan kardus lainya, sangat berbeda kualitasnya. Selain mampu menahan beban, bahan tersebut juga kedap terhadap percikan air. Karena bahanya memilik serat seperti lilin, " sebutnya.

Kotak suara berbahan karton kedap air menuai kontroversi. Sejumlah kalangan meragukan kualitas kotak suara tersebut. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, misalnya, mengusulkan agar KPU mengganti kotak suara yang berbahan karton. Dia khawatir kotak akan mudah rusak.

Namun kekhawatiran ini ditepis KPU. Penyelenggara pemilu itu memastikan kekuatan kotak setara dengan alumunium.

Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya mengungkapkan, penggunaan kotak suara berbahan dasar karton bukan hal baru dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, kotak berbahan karton kedap air sudah digunakan pada Pilpres 2014 dan tiga kali pilkada.

"Kotak berbahan karton kedap air bukan hal baru tapi sudah digunakan pada Pilpres 2014, Pilkada 2015, 2017 dan 2018. Selain kedap air, kekuatan kotak suara sudah diuji beban," ucap Arief. ***


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN