.

.

Kutu Kopra Resahkan Warga Maleni


Necrobia rufipes Jenis Hama yang banyak menyerang gudang kopra
Reporter/Donggala: Syamsir Hasan

WARGA Seputaran kompleks BTN Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa resah dengan adanya hama atau kutu kopra yang berkeliaran dalam rumah mereka.

Salah satu warga yang ditemui tinggal di kompleks perumahan BTN Persido Kelurahan Maleni yang tidak ingin dipublikasikan namanya, mulai tidak nyaman dengan adanya hama atau kutu kopra yang menganggu pagi, siang, malam. ”Kami bergaul dengan kutu pak, makanan kami sudah dimasuki kutu kopra, tidak ada itikad dari pemilik gudang, “ kata sumber.

Saat ditemui, pemilik gudang, Ko Akiang mengaku gudangnya banyak kutu kopra.

“Iya, betul saya yang punya gudang kopra itu, saya sudah menyuruh anak buah saya untuk menyemprot, tetapi kutu kopra itu tetap saja ada, mungkin itu diakibatkan adanya bangkai hewan bisa jadi kutu itu datang kerumah masyarakat dengan adanya bangkai hewan. Gudang  itu selama ini saya belum isi kopra yang baru, itu masih kopra yang lama”, jelas Ko Akiang.

Ditanya lagi soal surat izin mendirikan bangunan. ”Iya saya punya surat tersebut tetapi saya agunankan di bank, copyannya dimana? saya tidak copy,kalau saya tau persoalan ini sampai ke media saya copy perbanyak itu IMB”, kilahnya.

Ko Akiang hanya bisa menunjukan izin usaha berupa HO, serta tanda daftar gudang, sedang dokumen berupa SKKI (surat keputusan kelayakan lingkungan) yang dikeluarkan dinas lingkungan hidup Kabupaten Donggala tidak dimiliki.

“Saya tidak tau pak kalau ada yang namanya izin lingkungan, karena selama ini hanya anak buah saya yang melakukan pengurusan admistrasi. Pasti saya akan urus izin lingkungannya. Kalau IMB (izin mendirikan bangunan) saya jaminkan dibank”, tambahnya.

Amatan Kaili Post dari dokumen yang diperlihatkan Ko Akiang khususnya ditanda daftar gudang (TDG) ada sedikit keanehan dimana didokumen tersebut tertera kegunaan gudang yang dibangun di BTN Persido diperuntukan untuk barang tidak ada disebutkan penampungan kopra.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala Syamsu Alam menyayangkan sikap pengusaha yang tidak mengurus dokumen izin lingkungan. Menurutnya pengurusan syarat tersebut tidak memakan waktu apalagi dikatakan mengeluarkan biaya, semua gratis.

“Dimana itu gudangnya? Perlu ditindaki jika tidak memiliki izin lingkungan sanksi tegasnya gudang tersebut bisa dihentikan aktivitasnya alias ditutup,terus terang kami baru mengetahui informasi persoalan itu dari wartawan”, sebutnya.

Syamsu Alam menambahkan izin lingkungan itu wajib hukumnya bagi pengelolaan usaha, apalagi yang berdampak ke warga atau masyarakat, tidak asal main bangun saja. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi pertama itu ada yang namanya dokumen pantau lingkungan dari dinas Pekerjaan Umum dulu yang turung kemudian keluar izin lingkungan berupa SKKL (surat keputusan kelayakan lingkungan) yang dikeluarkan dinas lingkungan hidup sifatnya berjenjang.

“Jadi Ko Akiang harus siapkan syarat awalnya ada IMB, kemudian ada HO yang dikeluarkan kantor perizinan, tanda daftar gudang, dan lain-lain, paling lama itu SKKLnya satu minggu jadi. Di dinas lingkungan hidup gratis hanya konsultan saja yang dibayar”, jelasnya. ***


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN