.

.

Mantan Kadispora Morowali Jalani Sidang Perdana

.

Reporter/Morowali: Bambang Sumantri   

KASUS Dugaan korupsi Dana Festival Bajo Pasakayang, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Morowali, Halim menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Palu, Kamis, Januari 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kepala seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri Morowali, Yuniarto kepada media ini, Jum'at (4/1/2019).

Seperti diketahui, pada tahun 2015, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mengadakan kegiatan Festival Bajo Pasakayang dengan anggaran Rp879 juta yang melekat di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Terdakwa Halim selaku Kepala Dinas merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, menggunkan Event Organizer (EO) untuk melaksanakan kegiatan Festival Bajo Pasakayang, yaitu PT Panterai dengan kesepakatan biaya sejumlah Rp274 juta.

Namun pada laporan pertanggungjawaban, tersangka memerintahkan PPTK, Ariesty Briyana Sundus untuk membuat laporan pertanggungjawaban fiktif dengan menggunakan nama CV Arrahman sejumlah lebih kurang Rp400 juta dimana cap dan tanda tangan direktur CV Arrahman dipalsukan.

Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh BPK perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp534 juta dengan perincian kegiatan fiktif yang dilaksanakan oleh CV Arrahman sejumlah Rp400 juta ditambah Rp134 juta yang tidak ada pertanggung jawabannya.

Agenda sidang kemarin adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuniarto, SH. MH setebal 12 halaman dengan dakwaan pertama primair melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,  dan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, serta dakwaan atau kedua melanggar pasal 9 jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP , dimana terdakwa Halim didakwa telah memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara mencairkan kegiatan Festival Bajo Pasakayyang sebesar Rp871.000.000,- sedangkan dalam pelaksanaan Festival Fajo Pasakayyang tersebut dilaksanakan oleh even organizer yaitu PT. Panta Rai Indonesia dengan biaya sebesar Rp274 juta.

Halim saat ini menjalani tahanan di rumah tahanan Maesa di Kota Palu sejak tanggal 24 Desember 2108 lalu. Ia kembali akan menjalani sidang kedua pada Kamis tanggal 10 Januari 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN