Mitigasi Bencana Siswa Pasigala

.

Reportase: Ikhsan Madjido

BELAKANGAN Ini Indonesia mengalami bencana alam beberapa kali di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tengah. Daerah kita merupakan salah satu propinsi yang memiliki wilayah yang rentan terhadap bencana termasuk gempa dan tsunami serta likuifaksi.

Salah satu dampak dari gempa dan tsunami yang terjadi di Sulteng adalah kerusakan sarana dan prasarana bangunan, termasuk bangunan sekolah, yang mengakibatkan terganggunya proses pembelajaran siswa di sekolah. Lebih dari 1.509 sekolah rusak berat akibat gempa, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala pada September silam.

Dampak tersebut akan lebih parah jika bencana terjadi pada saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung di sekolah, karena reruntuhan bangunan dan benda sekitarnya dapat menimpa dan atau menimbun peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sekolah yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan warga sekolah siaga setiap saat termasuk dari ancaman bencana alam.

Salah satunya adalah memberikan dasar-dasar ketrampilan hidup atau basic life skills kepada siswa, salah satunya mengenai pendidikan mitigasi bencana. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi hak-hak anak atas perlindungan, keamanan dan kelangsungan hidup dan juga hak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas dan berkesinambungan,

Sejalan dengan hal tersebut Kaili Post bermaksud untuk dapat menyebarkan pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana berikut fasilitas sekolah yang aman dan manajemen bencana di sekolah melalui guru maupun fasilitator, Salah satunya dengan menerbitkan artikel yang dilansir dari berbagai pihak yang dapat menjadi referensi para guru.

Tentunya dukungan dari berbagai pihak diperlukan demi pengurangan Risiko Bencana yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang aman dari ancaman bencana melalui berbagai upaya pengurangan risiko bencana.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN