.

.

Palu Butuh RP14,5 Trilyun Untuk Rekontruksi

.

Reporter: Firmansyah Lawawi

PEMERINTAH Kota Palu membutuhkan dana Rp14,5 trilyun untuk masa rehabiltasi dan rekonstruksi pascabencana 28 September 2018.

Jumlah itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presley Tampubolon saat dialog publik di salah satu hotel di Palu, pekan lalu.

Kebutuhan anggaran itu berdasarkan perhitungan lima sektor terdampak bencana. Yaitu sektor sosial Rp1 trilyun, infrastruktur sebesar Rp6,7 trilyun, ekonomi Rp2,3 trilyun.

Selain itu, sektor  pemukiman membutuhkan Rp4,2 trilyun dan lintas sektor sebesar Rp185,8 milyar.

Menurut Tampubolon, kebutuhan anggaran itu belum terpisah secara kewenangan lintas pemerintah dan lembaga. Sebab Palu sebagai ibukota provinsi terdapat banyak sektor yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan kota.

“Karena itu hasil rekapitulasi yang kami lakukan ini perlu lebih dilengkapi dan diperkaya melalui dialog publik ini," ungkap Presley.

Jika melihat persentase yang menjadi kebutuhan Kota Palu, sangat besar. Sementara itu, nilai total APBD Kota Palu hanya sebesar kurang lebih Rp1,3 triliun. Angka APBD tersebut, jelas Tampubolon tidak akan cukup memenuhi kebutuhan anggaran untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Nilai anggaran APBD Palu itu lanjut dia,  belum dipisahkan untuk belanja daerah. “Nah, apakah kemudian APBD Palu itu mampu melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan. Ini perlu ada kajian untuk melengkapinya kemudian kita advokasi bersama-sama,”demikian Fresli.

Di tempat yang sama, Kabid Data dan Informasi Bappeda Palu, Ibnu Munzir mengatakan secara garis besar, kebutuhan untuk rekontruksi dan rehabilitasi pemerintah kota pasca bencana alam sama dengan hasil rekapitulasi dari BNPB.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN