Pemkot Alokasikan Rp25 Milyar Jadup Pengungsi


.
Reporter: Firmansyah Lawawi

PEMERINTAH Kota Palu mengalokasikan dana untuk jaminan hidup (Jadup) masyarakat  korban bencana alam untuk bulan Januari dan Februari 2019, sebesar Rp25 milyar. Demikian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palu, Arfan, saat rapat evaluasi pelaksanaan penanganan bencana bersama DPRD Palu, Selasa (29/1/2019).

"Hal ini merupakan hasil keputusan rapat bersama Badang Anggaran (Banggar) DPRD Palu, ditetapkan anggaran untuk dua bulan kedepan, sebanyak 25 Milyar," kata Arfan.

Untuk beberapa  bulan kedepannya, atau dua bulan setelah masa anggarannya, kata Arfan, pemkot telah melakukan berbagai langkah atau upaya untuk mengantisipasinya. Seperti melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial terkait hal tersebut.

Sementara itu, peraturan Kemensos Nomor 4 Tahun 2015, menyatakan bahwa, jaminan hidup bagi pengungsi hanya ditanggung selama dua bulan. Meliputi jadup Rp. 10.000 perjiwa, biaya perlengkapan setelah menghuni Huntara sebanyak Rp. 3.000.000 per-kepala keluarga, serta keperluan lainya.

Data pengungsi tahap kedua bertambah menjadi 40.734 jiwa dari jumlah sebelumnya 38.000 jiwa pada masa transisi.

Bertambahnya jumlah data tersebut, menurut Arfan, disebabkan masih banyak masyarakat di beberapa kelurahan melakukan eksodus pasca bencana alam, seperti yang di Kelurahan Petobo, Balaroa dan Mamboro.

"Bertambahnya data jumlah pengungsi di kota Palu, karena banyaknya warga yang baru terdata kembali usai kembali dari tempat mereka mengungsi. Baik di rumah sanak saudara mereka yang ada di kota Palu, kabupaten, maupun di luar wilayah Sulteng," jelasnya.

Hingga saat ini, pemerintah kota Palu masih membuka ruang pendataan bagi korban jiwa maupun infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat Palu yang belum terdata, baik korban jiwa maupun rumahnya yang mengalami kerusakan untuk melakukan pendataan di kelurahan atau langsung Kantor Bappeda. Terkait data korban jiwa, minimal disertai surat kematian dari RT setempat," pinta Arfan.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN