Pengusaha Shoping Mall Luwuk Relokasi Pedagang Pasar Malam


owner Shoping Mall Luwuk, Hendrik Gary Lyanto mengizinkan para pedagang kaki lima pasar Malam eks sekitaran kantor Kopri  untuk pindah ke lokasi shoping Mall. Foto/kailipost/imammuslik
Reporter/Luwuk: Imam Muslik

PEMERINTAH Kabupaten Banggai melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kamis (24/1/2019) telah melakukan pertemuan di Kantor Kejaksaan Negeri Luwuk dihadiri Assiten II Bidang Ekonomi Maryam Salad, Kadis Perindustrian dan perdagangan Husrin, Kepala Kejaksaan Negeri Luwuk Ramdanu, Pengusaha Shoping Mall Hendrik G Liyanto, Kepala Dinas PUPR diwakili Sekretaris Dinas, Helena, Camat Luwuk Aslan, dan para Kabid Deperindag, serta pedagang kaki lima (PKL).

Maryam sebagai pimpinan rapat dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa lokasi tempat pasar Mallam selama ini di samping kantor eks Kopri, dan di samping Pujasera. Di sisi lain, sudah dua kali Pemkab mendapatkan penghargaan Adipura untuk kebersihan kota. Untuk mempertahankan dan merebut kembali adipura itu, kiranya kota harus lebih diperindah dan dipercantik serta mengatur ruang-ruang dan taman kota agar kelihatan lebih indah saat Mallam hari.

Yang menjadi prioritas, pertama adalah pemindahan atau relokasi pasar Mallam ke lokasi yang telah ditentukan yaitu di Shoping Mall. Pemkab berharap pengurus/pengusaha Shoping, Hendrik G Lyanto untuk dapat memberikan izin. Kajari Luwuk, Rhamdanu. SH menyampaikan pula hal yang sama. Sudah berulang kali menyampaikan ke khalayak bahwa dalam penertiban, pengamanan, prosedur-prosedur hukum terhadap adanya persoalan – persoalan, sebaiknya dilakukan dengan proses-proses persuasif, dilakukan dengan cara-cara memediasi dulu, dilakukan dengan melobi terlebih dahulu, supaya sebuah pekerjaan itu tidak menimbulkan kegaduhan, tidak menimbulkan keresahan dan tidak menimbulkan prasangka-prasangka semuanya yang barangkali akan menimbulkan polemik di masyarakat.

‘’Pemindahan pasar Malam sudah dapat kita simpulkan adalah mereka para pelanggar hukum. Melanggar UU Jalan dimana ancamannya hukumannya denda 1,5 miliar rupiah atau kurungan 18 bulan penjara. Kita lakukan secara persuasif dan kita memediasi semuanya supaya masyarakat merasa terayomi,’’ akunya.

Hendrik Gary Lyanto menanggapi permintaan itu langsung menyatakan memberikan lokasi di area Shoping Mall untuk pedagang pasar Mallam. Menurutnya, apabila untuk kepentingan banyak orang, dirinya tidak dapat menahan. 

‘’Hari ini pun sudah saya putuskan semua permintaan Pemda Banggai untuk relokasi pasar Mallam dari jalan jalur dua yang ada sekarang siap untuk dipindahkan ke lokasi shoping Mall Luwuk. Mengenai tempatnya silakan untuk segera diukur dan ditentukan. 

Saya juga mengajak kepada semua peserta rapat hari ini untuk segera meninjau lapangan dan menentukan tempat yang sudah disediakan. Intinya saya pribadi Hendrik Gary Liyanto bersedia memberikan tempat kepada seluruh pedagang pasar Mallam,’’ tandasnya.

Bagi Hendrik, apabila kita ingin membantu pemerintah atau kerjasama dengan pemerintah dan biasa memimpin dan jangan mempersulit orang. ‘’Mari kita membantu sesama kita manusia, mungkin pedagang kaki lima juga berusaha mencari sesuap nasi, karena merekapun punya keluarga yang harus mereka hidupi. Saya pribadi juga menyampaikan bahwa kalau saya punya kelebihan juga siap untuk membantu. Jadi sebelum rapatpun saya sudah bertemu dengan Kajari intinya saya setuju dan tinggal teknisnya. 

Saya minta kepada semua pedagang harus saling menjaga, jangan sampai timbul konflik. Pedagang  ini bisa terusik karena tidak dapat tempat. Dan sesuai dengan jatah 100 pedagang menurut saya itu sangat kecil dan satu point juga bahwa saya pribadi menyatakan lebih senang kalau Kota Luwuk Banggai ini menjadi ramai, tertib aman dan bersih dan jangan sampai kotor,’’ terangnya. Hendrik berjanji pembukaan Pasar Mallam di area Shoping Mall Luwuk akan dihibur artis Jakarta, sehingga pasar Mallam agar kelihatan lebih ramai dan hidup di Mallam hari. 

Hendrik Gary Lyanto merupakan pengusaha yang sangat dekat dengan masyarakat di Kota Palu. ia telah bekerjasama dengan Ikatan Pedagang Kaki Lima sekota Palu.

‘’Jadi jangan jadi patokan 100 pedagang kalau ada tambahan 50 masukan saja di lokasi Shoping Mall Luwuk, karena ini juga sangat membantu perekonomian. Intinya, jangan mengganggu pedagang yang sudah ada, karena mereka juga punya hak, serta kebersihan sekitar area.’’ Ingatnya ke pedagang.

Di samping adanya pasar Mallam, usulan dari Hendrik perlu adanya tempat untuk menjual barang oleh-oleh asal Kabupaten Banggai, gunanya untuk menarik para investor yang berkunjung ke Banggai, Ini sangat mengangkat Banggai melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan,’’ tutupnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN