Polres Poso Ungkap 438 Kasus Tahun 2018

-

Reporter/Poso: Ishaq Hakim

KEPOLISIAN Resort (Polres) Poso, Sulteng merilis keberhasilan atas pengungkapan kasus yang ditangani oleh Polres Poso selama tahun 2018 di wilayah Kabupaten Poso, Sulteng.

Giat yang digelar di mapolres Poso ini dipimpin secara langsung oleh Kapolres Poso, AKBP Bogiek Sugiyarto yang didampingi Wakapolres Poso, Kompol Gede Swara dan sejumlah Kasat serta Kabag Ops Polres Poso.

Pengungkapan kasus dimulai dengan data soal gangguan kamtibmas yang terjadi pada tahun 2018.

Kapolres AKBP Bogiek Sugiyarto menyampaikan, jika secara umum Kamtibmas di wilayah Poso selama tahun 2018 aman dan kondusif. Hal positif ini bukan karena kerja keras dari polisi saja, namum kerja sama sinergitas antara TNI, Polri dan Pemda.

Diungkapkannya, di tahun 2018 Polres Poso meneriman laporan kejadian sebanyak 773 kasus. Dari 773 kasus tersebut yang berhasil diselesaikan sebanyak 438 kasus dengan persentase sebesar 60 persen. Sementara untuk tahun 2017 laporan gangguan kamtibmas yang diterima Polres Poso terdapat 963 kasus, yang berhasil diselesaikan sebanyak 608 kasus dengan persentase mencapai 63 persen. 

Dari perbandingan data tersebut untuk kasus ganguan kamtibmas di Polres Poso tahun 2018 mengalami angka penurunan.

Untuk jumlah kejahatan konvensional di wilayah hukum Polres Poso selama tahun 2018 dilaporkan terdapat 772 kasus, yang berhasil terselesaikan ada 437 kasus.

Dibandingkan tahun 2017, kejahatan konvensional laporan yang masuk sebanyak 959 kasus, diselesaikan Polres Poso sejumlah 608 kasus.

Sedangkan kasus kejahatan Terorisme di tahun 2018 nihil. Namun tahun 2017 ada dua kasus Terorisme yang terjadi di wilayah hukum Polres Poso, sehingga kasus kejahatan terorisme tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 menurun dengan persentase menjadi 50 persen.

Untuk kasus korupsi yang ditangani Polres Poso tahun 2017 terdapat dua kasus, dan tahun 2018 satu kasus korupsi yang kini telah selesai ditangani.

Sementara jumlah kasus narkoba di tahun 2018 terdapat 31 kasus, dibandingkan dengan tahun 2017 hanya terdapat 24 kasus, sehingga pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Poso naik menjadi 7 kasus.

Untuk tindak disipilin personil polisi, di tahun 2017 Polres Poso memecat tiga anggotanya. Sementara ditahun 2018 tidak ada.

Ditambahkannya, hal ini atas peran wartawan yang membantu polisi dalam mempublikasi berita sebagai bentuk trend positif demi kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian.

"Peran stekholder dan para wartawan untuk mempublikasi hal yang positif ditayangkan media menjadi trend kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian, sehingga program-program yang selama ini diterapkan terkait polisi madago raya Polres Poso bisa diketahui masyarakat," ucap AKBP Bogiek Sugiyarto.

Diharapkannya, di tahun 2019 kerja sama polisi dan wartawan bisa terus terjalin dengan baik secara profesional.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN