Polresta Palu Selidiki Penyebar Berita Hoax

.

Reporter: Firmansyah Lawawi

TERKAIT penyebaran beberapa informasi yang beredar di medsos yang telah meresahkan masyarakat. Polresta Palu akan melakukan penyilidikan berita yang dikategorikan Hoax tersebut.

Informasi tersebut seperti postingan dua puluh enam titik rawan kejahatan yanga ada di beberapa jalan di wilayah kota Palu. Juga adanya isu bakal diadakannya kembali Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN).

"Terkait dua puluh enam titik rawan kejahatan di kota Palu, Polresta sendiri secara resmi tidak pernah mengeluarkan, atau membagikanya di grup face book," ungkap Paur  Humas Polresta Palu, Aipda Kadek Aruna saat press release akhir tahun, Senin (31/12/2018)

Mewakili Kapolresta Palu, AKBP Mujiono, Kadek mengaku telah melakukan klarifikasi serta memanggil seluruh admin yang ada di media sosial.

"Kemarin kami telah menghubungi admin Inkop untuk melakukan koordinasi terkait penyebaran berita tersebut, proses penyilidikanya masih dilakukan," akunya.

Untuk berita Hoax tentang Festival Pesona Palu Nomoni ujar Kadek Aruna, tetap akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. " Pihak Polresta Palu akan melakukan penyilidikan kembali (87) terhadap kasus tersebut, " tandasnya.

Perkembangan penyilidikan kasus miras yang telah menelan korban sejumlah enam belas orang diwaktu bersamaan di beberapa kelurahan di kota Palu, beberapa waktu lalu, Polresta masih terus melakukan penyelidikan, dengan melaksanakan tindakan outopsi kepada korban. Namun, hingga saat ini, belum ada penetapan status tersangka untuk kasus tersebut.

"Rencananya, hari Rabu nanti, kami akan melakukan outopsi terhadap mayat korban miras. Sudah ada beberapa disrtibutor miras telah kami lakukan pemeriksaan. Insyaallah hasil forensiknya nanti akan kami sampaikan, " jelas Kanit Krimum Reskrim Polresta Palu, Ipda Rislan

Sementara itu, kasus narkoba di kota Palu ditahun 2018, mengalami peningkatan dibanding tahun 2017. Dengan presentasenya, jumlah kasus 56, penyelesainya 57, jumlah tersangka 101 orang ditahun 2017. " Untuk presentase penyelesaianya 57  dari 56 kasus merupakan kelebihan kasus ditahun sebelumnya, " jelas Kadek Aruna.

Tahun 2018, terjadi 97 kasus narkoba, berhasil diselesaikan sebanyak 75, jumlah tersangka 142 orang, dengan sisa kasus sejumlah 22 masih dalam tahap penyidikan.

Untuk kasus Kriminalitas, beber Kadek Aruna mengalami penuruna dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 sebanyak 4,874, penyelesaian 1,610, jumlah tersangka sebanyak 558 orang, sisa kasus yang masih dalam tahap penyelesaian sejumlah 3,266.

Namun ditahun 2018, mengalami penurunan jumlah kasus. Yaitu 4002, penyelesaian 2,595, jumlah tersangka sebanyak 611 orang, dengan sisa kasus yang belum diselesaikan sejumlah 1,407.kasus kriminalitas. ***






Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN