RT di Palu Minta Honor Naik


Reporter: Firmansyah Lawawi

KINERJA Ketua RT di Kota Palu saat ini hanya dihargai Rp100 ribu per bulannya, itupun diterima setiap tiga bulan sekali. Sementara tugas RT sendiri tanpa mengenal waktu dan keadaan. Warga pun meminta pemerintah untuk menaikkan honor RT di Kota Palu.

Salah satu RT menyampaikan hal tersebut saat reses DPRD Palu di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga, Senin (28/1/2019).

“Tugas RT satu kali dua puluh empat jam. Sementara honor mereka minim sekali, olehnya kami berharap agar anggota DPRD yang hadir saat ini bias memperjuangkan aspirasi kami,” katanya.

Menanggapai hal itu, anggota Komisi B, Yoppie Alvi Kekkung  menyampaikan bahwa permintaan tersebut telah bergulir dalam pembahasan di dewan. Hal tersebut juga telah direkomondasikan pada reses sebelumnya.

Namun menurut Jopie, usulan tersebut akan tercapai, bukan kewenangan dari legislator. Dewan hanya memberikan usulan serta penganggaranya saja. Menjadi ekskutor dari program adalah pemerintah kota. Melalui tim anggaran sendiri yang ada di Bappeda menyaring semua aspirasi dari DPRD untuk direalisasikan.

"Jadi, tidak semua rekomondasi dari legislator melalui reses akan terakomodir seluruhnya. Karena saat ini, kota Palu memiliki 46 kelurahan. Dari hal itu, tentu saja banyak usulan lainya. Oleh karena itu, dikembalikan lagi terhadap anggaran APBD. Apakah cukup untuk mengakomodir semuanya," jelas Joppie.
Rekan sekomisinya, Ridwan Basatu menjawab tuntutan warga Boyaoge lainya, Sudarmin, terkait kondisi kantor Kelurahan Boyaoge yang tidak memiliki fasilitas memadai serta perlu rehabilitasi, mengungkapkan bahwa akibat bencana alam 28 September silam, anggaran yang telah ditetapkan, sebagian besar dialihkan untuk penanggulangan bencana.

"Disebabkan bencana alam, banyak anggaran yang dialihkan untuk penanggulangan di Kota Palu. Kami meminta pengertian dari warga Boyaoge terkait hal tersebut," ungkap Ridwan Basatu.

Menanggapi keluhan masyarakat disebabkan masih banyaknya jalan di kelurahan tersebut belum diperbaiki, sedangkan di wilayah lainya sudah direhabilitasi.

Menurut Alimudin Ali Bau, realisasi rehabilitasi jalan yang ada di kota Palu telah dianggarkan sebelumnya oleh DPRD bersama Pemkot. Namun, akibat peristiwa bencana alam beberapa waktu lalu terjadi pengalihan anggaran untuk mengantisipasi terhadap situasi urgent.

Namun, kata Alimudin,  keluhan tersebut akan dikoordinasikan dengan intansi terkait mencari solusi terbaik.

Terkait realisasi penyaluran dana stimulan kepada warga yang terdampak  bencana alam di Palu, Alimudin Ali Bau mengatakan bahwa hal tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat. "Kalau tidak salah, pemerintah pusat telah menganggarkan dana untuk itu sebanyak 2 Trilyun lebih. Sudah termasuk untuk anggaran santunan duka bagi korban bencana alam," sebutnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN