Wali Kota Harus Bangun Mal Tatura Lagi


100 Hari Bencana Pasigala 
Mall Tatura Palu salah satu penggerak perekonomian yang terdampak gempa Pasigala 28 September 2018

Reporter/editor:  Ramdan otoluwa/andono wibisono

TEPAT 100 hari pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Wali Kota Hidayat didesak warga segera memulihkan perekonomian masyarakat dengan membangun kembali Mall Tatura Palu (MTP). Karena Mall milik Pemkot itu rusak dan menerima asuransi sebesar Rp91,3 miliar. 

“Bangun mall itu tidak sampai 70 miliar rupiah yang rusak. Karena lantai tiga dan empat saja. Kan masih ada sisa 20 miliar lebih,’’ ujar salah satu sumber Kaili Post di Palu kemarin.

Karena dengan beroperasinya MTP, maka pergerakan perekonomian akan kembali bergairah dan akan menekan inflasi. “Kalau MTP buka sekitar lokasi itu akan kembali bergairah. Karaoke buka, Ramayana buka, penjual penjual UMKM buka otomatis ekonomi di bawah bergerak. Karyawan akan kerja kembali dan dapat menghidupi kembali keluarganya,’’ terangnya.

Selain itu, mangkraknya MTP yang sudah berumur 100 hari tersebut juga memberi kesan psikologis sebuah kota yang belum bangkit dari pasca bencana. “Kota kelihatan tidak terurus. Coba malam lewat Mal Tatura, pasti ngeri ngeri sedap. Mal itu kebanggaan warga kota, kalau dibiarkan mangkrak begitu kota ini kesannya mati,’’ tandas sumber yang juga mengaku disertasi pasca sarjananya soal perkotaan.

Harusnya, Wali Kota dapat mendukung program-program kepolisian yang kini sedang uji coba mencegah kerawanan, ketertiban dan keamanan dalam kota dengan memasang sejumlah CCTV di trafight light. 

Salah satunya, katanya dengan kembali meminta para pebisnis di sekitar Jalan Monginsidi, Emy Saelan, Basuki Rahmat, Hasanuddin dan sekitarnya untuk kembali aktif hingga malam hari. 

“Kesannya kalau malam Palu ini mundur 10 tahun. Mana semangat bangkit dan kuat. Pemimpinnya harus memberi semangat,’’ terangnya.

Seperti diketahui, MTP adalah mall milik PT Citra Nuansa Elok (CNE). Saham CNE, hampir 97 persen milik Pemkot. Sisanya milik salah satu pengusaha daerah. Ketika bencana alam, MTP terkena imbas roboh hingga lantai tiga dan empat menjadi satu. Akibat terdampak gempa, ruko-ruko sekitar tutup hingga 100 hari pasca bencana. Tidak ketahui pakah karyawan-karyawan di berbagai tenent di mal itu dirumahkan atau di PHK.

Sementara itu, Direktur Utama CNE, Mohammad Sandiri ketika dikonfirmasi no telponnya tidak aktif lagi. Beberapa staf di MTP juga nampak tidak ada di basemen.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN