Beda Pilihan Politik Biasa Dalam Demokrasi


Sumber: Humas Parmout

WAKIL Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H Badrun Nggai SE mengingatkan seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga persatuan. Jikapun katanya dalam Pemilu 2019 ini terjadi perbedaan pilihan, itu adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi sehingga tidak perlu dipersoalkan.

Wabup juga meminta masyarakat tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu oknum tertentu untuk memilih dengan iming-iming tertentu yang bisa merugikan daerah dan masyarakat “Berbeda pilihan itu hal yang wajar dalam berdemokrasi. Gunakan hak pilih saudara sesuai hati nurani jangan mudah tergoda oleh iming-iming apapun dari oknum-oknum tertentu karena hanya dapat merugikan diri kita sendiri,”kata Wabup Badrun Nggai dalam sambutannya ketika menghadiri Sosialisasi netralitas ASN yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Parigi Moutong di hotel Oktari Parigi, Selasa (12/2).

Pada kesempaatan itu Wabup menegaskan kepada ASN untuk tidak melibatkan diri dalam ranah politik praktis pada Pemilu 2019 apalagi sampai menjadi tim sukses Apabila ada ASN terlibat dalam politik praktis secara langsung maupun tidak akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku hingga pada pemecatan “ASN harus netral. Soal pilihan saudara nanti disalurkan pada tanggal 17 April di bilik suara. Jangan masuk ke ranah politik praktis apalagi menjadi tim sukses dan menggunakan atribut, itu berbahaya bagi saudara. Bisa kena sanksi berat hingga pada pemecatan,”tegas Wabup.

Wabup meminta kepada Bawaslu tetap on the track melaksanakan amanat undang-undang, tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan “Bawaslu harus menindak siapapun dia jika terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,”tegasnya.

ASN katanya harus bisa menjaga netralitas dan menjadi panutan ditengah masyarakat bersama-sama pihak kepolisian mengamankan dan menjadi penyejuk ditengah masuyarakat demi suksesnya pemilihan umum tahun 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong, Muhclis Aswad, SPdI pada kesempatan itu mengajak kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas pada Pemilu 2019. Menurutnya, belajar dari pengalaman Pilkada 2018, masih ada ASN yang ikut terlibat. Namun ASN tersebut masih diberikan dispensasi. Selaku pengawas pemilu pihaknya bukan tidak mau menindak tegas kepada oknum ASN yang terlibat tersebut, tetapi tetapi karena bukti yang diperoleh masih dalam bentuk laporan atau isu dari orang lain bukan bukti nyata yang diperoleh dapatkan langsung oleh Bawaslu di lapangan.

“Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh ASN, tolong jaga netralistas saudara sebagai ASN. Harapan saya melalui sosialisasi ini ASN mengetahui aturan aturan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang sama sekali tidak boleh dilakukan oleh ASN dalam konteks Pemilu ini misalnya ketika menggunakan media sosial,”ujarnya

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati bersama Ketua Bawaslu melakukan penandatanganan nota kesepahaman, pengawasan terhadap ASN. Penandatanganan nota kesepahaman itu dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara pejabat pembina kepegawaian pegawai ASN dan juga mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang disebabkan oleh pegawai ASN pada pemilu Tahun 2019.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN