BPD Wani Rusak Gudang Logistik Bantuan


Reporter/Donggala: Syamsir Hasan

GUDANG Penampungan bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Wani I Kecamatan Tanantovea  dirusak oleh Badan Perwakilan Desa (BPD) Wani dan sekelompok warga.

Pengrusakan itu dalam faktor kesengajaan, seperti yang himpun Kaili Post Sabtu (16/2/2019) kemarin melihat langsung pagar serta gudang penampungan ada pengerusakan dan digudang penampungan logistik telah terpasang garis police line.

Kepala Desa Wani Andry saat memberikan keterangan di depan Kapolsek Wani bersama aparatnya dan warga Wani yang datang ke area lokasi gudang penampungan logistik tersebut.

“Saya ini tidak menimbun atau menampung logistik bantuan. Coba komiu lihat sendiri letak gudang penampungan logistik ini tempatnya diarea terbuka, di pinggir jalan raya dan dibelakang pas tempat orang mengunsi ditenda,bagaiman mungkin saya dikatakan sebagai penimbun logistik sementara gudang berlokasi dipadati penduduk,dan alur mudik bantuan yang masuk dan keluar gudang logistik teransparan,” kata kades.

Gudang logistik yang berisi bahan campuran itu barusan minggu kemarin dibagikan kepada warganya sebelum kejadian pengrusakan. Dan pengrusakan gudang logistik itu terjadi pada malam Jum’at 15 Pebruari tepat pukul 10.00 wita pas kades lagi tidak berada didesa wani,saat ditanya posisi kades berada dimana pas kejadian itu, kades menjawab. “Saya ada dirumah sakit pak, lagi melihat anak saya yang terbaring dirumah sakit di Palu, dan saya dapat kabar lewat telpon bahwa gudang logistik dibongkar oleh BPD yang membawa sekelompok masyarakat dan saya lihat sudah terpasangi polisi Line? Jika seperti itu artinya ada masalah hukum digudang ini.

Kepala desa Andry menambahkan sembako yang dia perkirakan masih lebih dari cukup untuk warganya, ”Saya sebagai kepala pemerintahan di desa sangat menyangkan sikap BPD yang mengajak warga melakukan pengrusakan gudang logistik, padahal kalau menginginkan barang atau sembako silahkan ambil dengan baik-baik. Jangan ia merusak ini milik kita bersama semua bisa dikomunikasikan. Celakanya lagi saya dituding melakukan penimbunan logistic. Kan aneh juga tuduhan itu”, kata Andry.

Sementara itu warga Desa Wani secara berjamaah yang ada di lokasi gudang logistik pada Sabtu kemarin, tidak menerima kepala desanya dikatakan melakukan penimbunan logistic. Mereka (warga) menuding itu hanya ada kecemburuan sosial kepada kepala desa sehingga memfitnah hingga melakukan pengerusakan gudang logistik.

“Itu fitnah pak, masa mau batimbun barang ditempat terbuka? Pak kades sudah betul dia adil dalam membagi bantuan”, tutur Sukarni warga dusun III Desa Wani.

Ditempat yang sama Kapolsek Wani IPTU Rentce Teldy Laloan menjelaskan proses pengerusakan gudang logistik motifnya aroma politik, sebab katanya lagi kalau dikatakan penimbunan tuduhan itu tidak bisa dibuktikan.

“Ini bukan pelanggaran hukum, apanya mau ditimbun, anda wartawan kan sudah lihat sendiri kondisi di lapangan kemudian cari tau apa itu definisi penimbunan dimata hukum? Kami memasang garis police line mengakomodir permintaan BPD beserta warga yang protes, karena polsek berkesimpulan kasus ini murni politik jadi perlu melakukan pendekatan dikedua kubu”, tutup Kapolsek.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN