Korban Gempa dan Likuifaksi Balaroa Gelar Rapat Akbar


Reporter: Ramdan Otoluwa

MASYARAKAT Korban gempa bumi dan likuifaksi Kelurahan Balaroa Palu Barat, pada Sabtu 2 Februari 2019,  akan menggelar rapat akbar yang di pusatkan di lokasi Sport Center Kelurahan Balaroa.

Menurut Ketua Forum Korban Gempa Bumi dan Likuifaksi Balaroa, Abdurrahman M Kasim SH MH, rapat akbar yang akan dihadiri ribuan korban ini, murni untuk menyamakan persepsi serta komitmen moral dalam menuntut serta memperjuangan hak dan keadilan terhadap Negara dan Pemerintah. 

Sebab perlu diketahui, bahwa telah terjadi kelalaian serta pengabaian terhadap hak dan pemenuhan kewajiban negara dan Pemerintah terhadap korban. "Intinya kami ingin samakan persepsi dan komitmen  dalam upaya menuntut hak dan keadilan,"  tandas advokat senior ini.

Apalagi, kata Abdurrahman Kasim, dalam rapat akbar tersebut, akan dilahirkan petisi atau surat keberatan kepada bapak Presiden RI Joko Widodo yang muaranya menuntut pertanggungjawaban negara seperti yang tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945. 

Lima point petisi yang akan kami sampaikan adalah  pertama, kami tetap Menolak Hunian Sementara (Huntara) dan menginginkan segera  dana Huntara di kompensasikan kepada korban.

Kedua, Kami menginginkan segera dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Kelurahan Balaroa, ketiga: Percepatan pembayaran dana santunan korban jiwa kepada ahli waris, empat Hak-hak keperdataan korban atas lahan yang terdampak gempa bumi dan likuifaksi harus jelas  ganti ruginya serta yang kelima, proses pendistribusian sembako/logistik harus merata, berbasis data melalui Pemerintah Kelurahan sehingga bisa dirasakan oleh seluruh korban. 

Untuk menguatkan surat keberatan ini, maka seluruh warga korban akan menandatangani surat pernyataan diatas materai 6000. Mengapa ini dilakukan, agar Pemerintah bisa memahami dan mengetahui  bahwa petisi ini murni menjadi kehendak seluruh korban.  

"Jika hal ini tidak juga mendapat respon, maka upaya hukum melalui gugatan class aktion akan kami tempuh," tandasnya.

Dalam rapat akbar juga,  kata Abdurrahman, pihaknya  mengundang beberapa pihak baik itu, Gubernur, Walikota Palu, Pansus Pengawasan Penyelanggaraan Penanggulangan Bencana Pasigala DPRD Sulteng serta beberapa pihak terkait. 

"Semoga ada harapan dan kepastian akan nasib korban di Kelurahan Balaroa," pungkasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN