.

.

Kurang Empati PLN, Huntara Belum Dihuni



Reporter: Firmansyah Lawawi
SALAH Satu faktor kendala belum dimanfaatkan Hunian Sementara bagi para pengungsi di Kota Palu adalah ketersediaan pasokan listrik di tempat tersebut. Hal itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Iskandar.

Pekan lalu, usai rapat percepatan validasi data dan persiapan Huntara, Iskandar mengungkapkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku BUMN seharusnya memberikan kompensasi terkait pemasangan meteran listrik di Huntara tanpa meminta pembayaran didepannya.

Namun yang terjadi di lapangan, pihak PLN tetap meminta pembayaran tersebut. Pemkot tetap akan melunasinya. Namun anggaranya untuk hal itu belum tersedia. Pemkot memangnya mau lari kemana " tandas Iskandar.

Sikap PLN lainnya yang kurang bersimpati terhadap korban di pengungsian, menurut Iskandar, ditunjukan saat  pihaknya berinisiatif menarik sambungan listrik dari sebuah tiang penerangan jalan untuk menerangi tenda-tenda di lokasi pengungsian sport center Kelurahan Balaroa.

Namun, pihak PLN malah memasukan tagihannya kepada Pemkot, senilai Rp 57 juta. Padahal saat itu masih dalam keadaan darurat," katanya.

PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara. Dalam situasi darurat bencana, tidak sepantasnya melakukan tagihan tersebut. Setidaknya hal itu dimasukan untuk CSR kepada pemkot.

"Saya tekankan, semua BUMN yang ada di kota Palu telah memberikan CSR terkait kebencanaan. Hanya PLN yang belum melakukannya," ujarnya.

Terkait pemasangan meteran di Huntara, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN. Namun terkendala dengan materil metrean listrik. Karena setiap bilik menggunakan satu meteran. Jika setiap bilik satu meteran maka PLN harus menyediakan ratusan meteran sesuai jumlah bilik Huntara yang ada,” ujarnya.

Mengantisipasi hal itu, pihaknya mendorong PLN untuk sementara memasang satu meteran  untuk satu unit saja. Namun dengan kapasitas daya yang besar. Sehingga seluruh bilik bisa mendapat pasokan listrik.

Iskandar juga berharap agar pihak PLN memberikan subsidi terkait tagihan listrik di Huntara. Jangan dibebankan semuanya kepada warga penyintas. Hal ini perlu dibicarakan. Kami berharap PLN memberikan subsidinya untuk Huntara," pintanya.

Menanggapi tudingan tersebut, Manajer PLN Palu, Abbas menjelaskan bahwa PLN bersama BUMN lainya membangun huntara di Kabupaten Sigi, yaitu di Desa Sibalaya, Potoya, Lolu, dan Baliase. Intalasi kelistrikannya ditanggung oleh pihaknya.

Penyaluran dana pertanggung jawaban sosial lingkungan atau Corporate Social Responbillity (CSR) dari pihaknya, penyaluranya melalui pemerintah Kota Palu.

"Untuk penyaluran CSR PLN, mekanisme untuk case tertentu harus bermohon untuk diteruskan ke pengelola CSR ke kantor pusat," ungkap Abbas.

Untuk pembebanan tagihan listrik ke Huntara, dia mengatakan hal itu ada baiknya disampaikan kepihak PLN secara tertulis. Atau diajukan kepada Kementerian ESDM.

"Hal seperti itu butuh kebijakan khusus dari pemerintah. Yang telah disetujui adalah, Huntara masuk tarif sosial. Sebagai tindak lanjut permohonan Gubernur kepada Kementerian ESDM. Mungkin Pemkot kurang berkoordinasi dengan Pemprov. Sehingga tidak up date, " katanya.

Untuk kelistrikan di Huntara, Abbas menjelaskan meskipun  jumlah meteran yang dibutuhkan  cukup banyak. Namun pihaknya tetap berupaya untuk memenuhi semua kebutuhan huntara. "Kurang lebih 200 bilik Huntara sudah dinyalakan," akunya.

Pasca dua belas hari  bencana alam di Sulteng, pihak PLN lanjut Abbas melakukan Recovery atau pemulihan tujuh gardu induk, 45 feeder atau penyulung, pengadaan 66 unit genset, 15 unit alat berat dan alat bantu lainya, 15 unit mobil truck, 315 mobil operasi serta crane untuk perbaikan jaringan.

Selain itu, program PLN peduli juga telah menggolontorkan dana sebanyak Rp, 4,218 milyar. Meliputi makanan senilai 1,506 milyar, pakaian, 720 juta, obat-obatan 680 juta, listrik 362 juta, perbaikan rumah ibadah 317 juta, pemulihan jaringan internet 300 juta, tenda 236 juta dan air bersih 972 juta.

"Sebanyak 1,034 personil PLN seluruh Indonesia yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, diturunkan ke Sulteng guna recovery, " bebernya. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN