Lawan JK, Korban Bencana Gelar Kongres

.

Reporter/editor: andono wibisono

PERNYATAAN JUSUF Kalla, Wakil Presiden RI selaku Ketua Satgas Bencana sesuai Keppres No 28 tahun 2018 bahwa negara tidak akan memberikan penalangan kredit korban bencana alam di Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong menjadi salah satu penyulut amarah korban. Merespon itu, seluruh forum-forum yang mengadvokasi korban bencana sepakat menggelar kongres.

Kongres korban bencana Padagimo itu direncanakan mengundang seluruh wakil rakyat Sulteng di DPR RI, Gubernur, Walikota/bupati se Padagimo, Pansus debitur dan Pansus P2B DPRD Sulteng dan anggota-anggota DPRD kabupaten/kota. Kita akan mengundang wakil-wakil kita di Jakarta. Kita butuh komitmennya dan sikapnya. Kita juga mengundang Gubernur, Walikota dan Bupati. Bukan hanya soal debitur, tapi soal penanganan pengungsi dan korban bencana dalam semua aspek,’’ tutur Ketua pelaksana Kongres Korban bencana, Yusrin L Banna usai rapat teknis kegiatan tersebut.

Rencananya, kongres akan diikuti 10 ribu korban baik dari Balaroa, Petobo, Jonooge, pesisir pantai di Banawa Donggala dan Parigi Moutong. Kongres akan digelar selama tiga hari dengan agenda yang sangat padat. Bisa tiga hari. Nanti akan ada pembahasan setiap pokok masalah yang tereksplor dan dibahas setiap komisi-komisi. Bisa ada komisi penanganan pengungsi dari sudut pandang keperdataan, penanganan kebencanaan dan soal pemulihan ekonomi dengan segmentatif penalanggan kredit. Tergantung perkembangan kongres,’’ tandasnya.

Output kongres akan dibawa langsung delegasi yang ditunjuk ke Presiden RI. Target kita sebelum pemilu harus jelas. Harus selesai negara mengurus rakyat yang korban bencana. Kita akan bawa ini di forum nasional. Harus ada kebijakan politik jelas bahwa negara tidak menjadikan korban subordinat atau benda tak mampu dalam penanganan bencana,’’ tambah Yahdi Basma, Ketua Pansus P2B DPRD Sulteng.**  


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN