Pattatope Letakkan Jabatan, Pilih Jadi Akademisi


Sumber/Editor: Humpro Sulteng/Ikhsan Madjido

PROF PATTATOPE Meletakkan jabatan struktural pejabat tinggi pratama (PTP) sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah.

Jabatan yang diembannya sudah 8 tahun ditinggalkan Pattatope demi menjaga aturan yang sering berubah, sehingga nantinya beliau tidak bisa kembali dari jabatan struktural ke fungsional sebagai akademisi guru besar Universitas Tadulako.

Selain itu, dengan menjadi akademisi dapat pensiun pada umur 70 tahun, sedang struktural PTP hanya sampai 58 tahun.

“Tidak ada masalah selama melaksanakan tugas yang diamanahkan Bapak Gubernur kepada saya. Dengan menjadi akademisi ada kesempatan untuk mengejar penyesuaian kenaikan pangkat fungsional guru besar di Untad ke IVe,” kata Prof Pattatope dilansir press release Humpro Sulteng, Senin (11/2/2019).

Meskipun menjadi akademisi, Patta tope mengaku akan tetap mengawal dan membantu memberikan buah pikiran dan saran dalam mensukseskan visi misi pemerintah provinsi Sulteng.

Bertempat di ruang kerja Kepala Bappeda Sulteng, Prof. Patta Tope secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah Kepada Plt Kepala Bappeda Ramlan Yunus,M.Si yang saat ini menjabat Sekban Bappeda Prov Sulteng. 

Sertijab tersebut berjalan sederhana, walaupun dalam keadaan ruangan yang cukup gelap akibat pemadaman listrik.

Asisten III Mulyono yang mewakili Gubernur Sulteng menyatakan bahwa tidak bisa dipungkiri kemajuan dan perkembangan Sulteng sampai saat ini yang sangat luar biasa dan maju setelah dipimpin Prof Pattatope.

“Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk membangun infrastruktur, ekonomi, sumber daya manusia, dan sosial budaya yang telah dibangun oleh Bapak Patta tope sebagaimana sesuai rencana sebagai Kepala Bappeda dan ini sangat luar biasa,” ungkap Asisten III.

Indikatornya dapat dilihat pada laju pembangunan ekonomi di Sulteng sempat maju 9 persen dan kemudian diporak porandakan oleh musibah gempabumi dan ini pun laju pertumbuhan ekonomi Sulteng masih kuat berkisar 6,3 persen.

“Hal ini karena pondasi pembangunan ekonomi kita masih kuat, dan ini tidak lepas dari tangan dingin beliau,” akunya.

“Hidup adalah pilihan dan beliau menjadi Kepala Bappeda merupakan pilihan beliau dan  melilih kembali ke akademisi ialah merupakan pilihan beliau juga, dan tentunya kalau pilihan sendiri sudah pasti hasilnya bagus,” tambah Mulyono.

Kepada Plt Bappeda Mulyono berharap kinerja Bappeda jangan sampai drop karena belum adanya pejabat definitif, dan sekiranya para pejabat struktural Bapedda bisa saling membantu tugas-tugas Plt kepala Bappeda.

Sertijab Kepala Bappeda Sulteng di akhiri dengan penandatanganan berita acara sekaligus penyerahan Surat Keputusan Gubernur Sulteng, sertijab ini dihadiri seluruh pejabat struktural jajaran Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN