Pengungsi Kulawi Huni Gubuk Sebagai Huntara


Reporter: Ikhsan Madjido
PENGUNGSI Yang selama ini menghuni tenda dan gubuk menyatakan akan segera kembali ke lokasi rumahnya, dan membangun Huntara versi mereka. Hal ini setelah Yayasan Tanah Merdeka bersama pengamat kebencanaan, Dr Abdullah melakukan sosialisasi tentang gempa di Desa Boladangko dan Namo Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, pada Minggu (3/2/2019).

“Setelah sosialisasi mereka akan kembali ke lokasi rumahnya dengan membangun gubuk, meskipun bahannya hanya dari puing-puing rumahnya yang rusak berat. Mereka tak perlu menunggu Huntara yang sedang dibangun,” kata Dr Abdullah, Rabu (6/2/2019).

Sosialisasi dilakukan di dalam tenda karena tidak ada bangunan yang layak digunakan untuk pertemuan di desa tersebut.

Materi sosialisasi antara lain pendampingan pemulihan ekonomi, dan pembuatan "rumah contoh" tahan gempa, serta terhadap pengungsi untuk memenuhi hak-haknya selaku korban bencana. Dipaparkan juga tentang situasi dan kondisi sesar di Kulawi dan mitigasi bencana.


.
Sebanyak 35 rumah di Dusun III RT I Desa Namo rusak berat dan sebagian rata dengan tanah. Kehancuran tersebut, kata Abdullah, karena pemukiman warga dilewati sesar geser yang membentuk retakan tanah dengan lebar sekitar satu meter.

Saat ini sebahagian besar warga sudah tinggal di "gubuk". Mereka mendapatkan bantuan dari lembaga non-Pemerintah.

“Aktivitas warga mulai menggeliat tanpa perlu menunggu dibangunkan huntara,” tukas Abdullah.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN