Penyu Hijau Dikembalikan ke Habitatnya


Reporter/Morowali: Bambang Sumantri

 SEBANYAK 15 ekor Penyu Hijau (Cheliona Mydas) dikembalikan ke habitatnya. Penyu-penyu tersebut adalah hasil sitaan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Morowali dari salah seorang masyarakat Desa Lauhuafu, Kecamatan Bungku Timur, pada Jumat (8/2/2019) kemarin.

Penyelamatan spesies dilindungi tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat kepada Pengawas Perikanan yang menyampaikan adanya penampungan Penyu Hijau di keramba jaring apung milik salah satu kelompok nelayan di Desa Lahuafu. Atas dasar laporan tersebut, Pengawas Perikanan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali dan instansi terkait, untuk melakukan pemeriksaaan di lokasi, dan ditemukan adanya penampungan Penyu Hijau yang merupakan salah satu spesies dilindungi.

Salah seorang petugas PSDKP Morowali, Muliadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik bahwa Penyu Hijau tersebut akan dijual kepada masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Sementara, pemilik mengatakan tidak mengetahui bahwa spesies Penyu tersebut merupakan spesies yang termasuk kategori dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Tim Pengawas Perikanan dan Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Direktorat Jenderal PSDKP akan melakukan pendalaman lebih lanjut atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik. Sementara terhadap 15 (lima belas) ekor Penyu Hijau tersebut akan dilepasliarkan ke alam" jelasnya.

Muliyadi mengatakan, penyu merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi, karena keberadaannya telah terancam punah yang diakibatkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Di Indonesia terdapat 6 (enam) jenis Penyu yang dilindungi, yaitu Penyu Hijau (Chelonia Mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Ridel/Abu-abu (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Pipih (Natator depressa). 

"Adapun peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perlindungan penyu serta habitatnya, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, PP Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa, PP Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya lkan, dan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora," ungkap Muliyadi.

Usai diidentifikasi dan ditaging, 15 ekor Penyu Hijau yang seluruhnya berkelamin jantan itu dilepasliarkan oleh PSDKP di Perairan Bungku, Kabupaten Morowali pada Senin (11/2/2019) kemarin.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN