Warga Buluri Diminta Bersabar



Sumber: RAFIQ/Sulteng Raya
Lurah Buluri, Anwar Daud menilai aksi protes yang dilakukan oleh warganya di kantor Kelurahan Buluri, Senin (11/2/2019) disebabkan miskomunikasi antara pihak kelurahan dan warga yang bermukim diluar hunian sementara (Huntara) Buluri, Kecamatan Ujujadi.

Miskomunikasi yang dimaksud terkait penyaluran bantuan sembako yang diperuntukkan kepada warga penghuni Huntara Buluri sebanyak 80 kk. Bantuan tersebut berupa berupa ikan asing, ikan kaleng, beras 40 kg per kk, minyak goreng dan telur dua rak.

Olehnya itu, Anwar Daud meminta kepada warga Buluri yang bermukim diluar Huntara untuk bersabar, dikarenakan bantuan kebencanaan masih akan terus mengalir selama masa pemulihan berjalan.

“Kali ini bantuan untuk warga penghuni Huntara, kedepan masih ada bantuan lagi. Bersabar saja,” katanya usai melakukan pertemuan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Buluri dan perwakilan warga Buluri.

Lagipula kata Anwar, bantuan tersebut sangat dibutuhkan warga penghuni Huntara setelah rumah yang ditempati habis diterjang tsunami dahsyat dan gempa bumi 28 September 2018 lalu.

“Mereka (warga Huntara) sudah tidak memiliki rumah lagi. Makanya kita dahulukan dulu. Masih ada bantuan selanjutnya. Tenang, masa pemulihan ini dua tahun,” katanya. 

Untuk mengantisipasi aksi protes selanjutnya, Sementara itu, Ketua LPM Buluri, Bahur Yukirante, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk melibatkan pihak kelurauhan dan RT/RW dalam pendataan warga penerima bantuan.

“Polemik penyaluran bantuan kebencanaan, berawal dari pendataan. Makanya tim pendata harus libatkan pihak lurah dan RT/RW. Supaya jelas,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris LPM Buluri, Haeruddin, bahwa penyusunan tim pendata penerima bantuan kebencanaan di Kelurahan Buluri harus jadi perhatian penting Pemkot Palu. Sebab, jika salah mendata, bisa berdampak pada distrubusi bantuan yang tidak merata.

“Harus perhatikan baik-baik siapa panitianya. Jangan sampai mendata orang yang berpenghasilan lebih, rumahnya masih layak huni, bukan duda atau janda, dan masih ada pekerjaan tetap,” katanya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN