Beresiko, Penundaan Kredit


Reporter: Dedy 

PENUNDAAN Pembayaran bagi pihak kreditur kepada perbankan pastinya sangat beresiko dan kemungkinan tutupnya sejumlah perbankan itu pasti terjadi. Seperti yang disebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala unit kerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) Imam Bonjol. Dikatakan perbankan ini adalah salah satu usaha atau bisnis prinsipnya kalau bisnis tidak jalan selama 3 tahun pasti akan macet.

"Perbankan ini salah satu bisnis, kalau bisnis tidak jalan selama 3 tahun yang pasti macet bisnisnya, tapi kami tetap menjalankan aturan sesuai yang berlaku," jelas kepala BRI Unit Kerja Imam Bonjol, Richard saat di wawancarai di ruangannya, Selasa (19/3/2019).

Aturan yang kami jalankan, jelasnya, sesuai ketentuan peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) Nomor 45 tahun 2017 tentang perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank bagi daerah tertentu di indonesia yang terkena bencana alam, ketentuan tersebut tidak menyebutkan 3 tahun penundaan kredit.

Pihaknya menegaskan perlakuan khusus bagi nasabah bank BRI sifatnya situasional artinya nasabah yang meminta kebijakan karena usahanya macet akan pertimbangkan dan disurvei dulu. Kalau benar usahanya hancur pihak BRI akan membijaksanai tapi tidak sampai 3 tahun.

"Perlakuan khusus bagi kreditur nasabah bank BRI itu situasional, kami tidak serta merta memberi kebijakan. Adapun kebijakan itu kami berikan dengan masa waktu percobaan 6 bulan." Kata Richard kepada media ini. Selasa (18/3/2019)

Soal surat himbauan Gubernur Sulteng bukan tidak di jalankan, tetapi sampai saat ini semua nasabah BRI belum diberi kebijakan waktu selama 3 tahun, semua menjalani masa perceboaan 6 bulan. Jika 6 bulan usahannya belum pulih pihak BRI akan memberi lagi waktu lagi hingga usahannya benar-benar pulih.***


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN