BPBD: Jangan Panik, Siaga !


Gerakan Tanah


Reportase: Yohanes Clemens

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng mengimbau warga tetap siaga dan waspada, dan jangan panik. Itu terkait peta pergerakan tanah seperti dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Masyarakat harus mengambil positifnya, bila ada himbauan seperti itu, jangan sampai jadi panik. Panik yang berlebihan juga dapat berbahaya, karena tidak rasional lagi. Kita waspada dan siap-siap, serta menyiapkan tas, atau koper, beserta isinya, sesuai dengan apa yang sudah disampaikan,” kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala, di Palu, Kamis (28/3/2019).

Dia mengatakan  yang paling penting bahwa, pergerakan tanah itu bisa terjadi karena longsor, dan terjadi jika curah hujan cukup tinggi.

Jika terjadi gempa yang cukup kuat misalnya bisa terjadi pergerakan tanah, dan bisa juga karena kandungan air dalam tanah sudah terlalu banyak, jenuh dan berat, maka bisa terjadinya longsor.
Jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi maka akan terjadi pergerakan tanah.

“Tapi jangan dicampur aduk pergerakan tanah akibat longsor dan likuifaksi dan ini yang harus perlu diketahui masyarakat, dan yang paling penting adalah kita berdo’a sesuai dengan keyakinan masing-masing, agar Tuhan menjaga kita sehingga musibah yang mengerikan itu seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, bisa dihindarkan dari negeri yang kita cintai ini,” pesannya.

Terkait intensitas kegempaan sesar Palu-Koro dan Sesar Poso, Bartholomeus mengatakan Sulawesi Tengah sebagai wilayah yang dilintasi beberapa sesar aktif, masyarakat sudah seharusnya selalu waspada. Sebagaimana ungkapan Gubernur H Longki Djanggola, masyarakat harus bersahabat dengan gempabumi.

Olehnya, BPBD Sulteng kata Bartholomeus masih terus menyiagakan logistik kebencanaan untuk disalurkan kepada masyarakat. Personil BPBD juga tetap siap siaga memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.

“Kami juga membantu logistik untuk masyarakat yang masih berada di tenda-tenda pengungsian dan Hunian sementara (Huntara),” katanya.

Mantan Penjabat Bupati Morowali itu mengatakan hingga saat ini masih banyak warga tinggal di tenda-tenda pengungsian. Satgas PUPR ungkapnya terus bekerja menyelesaikan pembangunan Huntara.

“Kami bersama Dinas Sosial masih menyalurkan logistik untuk pengungsi korban bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi. Sebagian logistik yang kami salurkan sumbangan NGO dan beberapa organisasi kemasyarakatan,” tukas Bartholomeus.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN