Pelanggaran Pemilu, Adelia Pasha Tunggu Putusan


Reporter: Dedy 

ADELIA Alias Dellia Wihelmina Pasha, Caleg DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah diduga melanggar ketentuan Peraturan Badan pengawas pemilihan umum RI Nomor 8 tahun 2018 tentang penyelesaian pelanggaran administrasi pemilihan umum, yakni pada pasal 55 huruf a,b,c,d, dan e.

Menurut ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi, Ruslan Husen, tanggal 1 April 2019 mendatang mereka akan membacakan putusan pelanggaran administrasi Pemilu yang dilakukan Adelia Pasha Caleg DPR-RI daerah pemilihan Sulteng nomor urut dua dari Partai amanat Nasional (PAN) tersebut.

“Pembacaan putusan sidang pemeriksaan kelima, akan dilaksanakan pada 1 April mendatang pukul 14.00 wita, dan untuk mekanisme putusannya nanti, kami akan plenokan terlebih dahulu di internal Bawaslu berdasarkan dengan fakta persidangan yang telah digelar sebanyak empat kali, kemudian dilakukan pengkajian untuk dituangkan dalam putusanan nanti,” jelas Ruslan, Selasa (26/3/2019).

Terkait sidang pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sulteng telah masuk pada sidang ke empat dengan mendengar jawaban yang digelar pada Selasa (26/3), selanjutnya sidang permeriksaan ke lima atau sidang terakhir masuk pada pembacaan putusan pada Senin (1/4).

Lanjut Ruslan, ketika terlapor ini terbukti melakukan pelanggaran adminstrasi tentu akan diberikan sanksi administrasi berdasarkan Peraturan Badan pengawas pemilihan umum RI Nomor 8 tahun 2018 tentang penyelesaian pelanggaran administrasi pemilihan umum, karena dugaan pelanggarannya adminstrasi.

“Untuk sanksi pencoretan itu tidak ada, kecuali pelanggarannya masuk dalam sanksi pidana tentu besar kemungkinan ada sanksi diskualifikasi kemudian berupa penjara dan denda,” ujarnya .  

Dia menambahkan, mekanisme sidang pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawaslu Sulteng yakni sidang acara biasa, dimana dalam persidangan perdana yang telah dilakukan menghadirkan pelapor dan terlapor, tetapi pihak terlapor tidak hadir pada waktu itu, kemudian dilakukan lagi pemanggilan pada pelaksanaan sidang ke dua, dan di sidang ke tiga masuk dalam pemeriksaan saksi, lalu sidang ke empat mendengar jawaban, dan yang terakhir atau sidang ke lima nanti, masuk dalam pembacaan putusan.

Pada Senin (25/3/2019) sore Bawaslu Sulteng menggelar sidang ketiga, dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Jamrin SH MH, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulteng.

Sedangkan pelapor dalam kasus dugaan pelanggaran pemilu itu, ialah Ketua Bawaslu Kabupaten Poso, Abdul Malik Saleh.

Adelia Pasha yang maju dengan nomor urut 02, melalui Partai Amanat Nasional (PAN) itu, diduga melakukan pelanggaran administrasi pemilu.

Dugaan pelanggaran itu terjadi saat istri Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu itu, berada di Kabupaten Poso, Provinsi Sulteng, tanggal 5 Maret 2019.

Saat itu, Adelia Pasha menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pempinan Daerah (DPD) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kabupaten Poso.

Dellia Wihelmina Pasha mengatakan, pada kesempatan itu dirinya hadir atas nama Ketua DPW PUAN Sulteng sebagai Caleg DPR RI.

"Saya datang melantik DPD PUAN Poso, yang saya tahu semua sudah disiapkan oleh DPD PAN Kabupaten Poso," ujarnya.

Dalam pelantikan itu, Bawaslu Kabupaten Poso mendapatkan indikasi dugaan pelanggaran. Yakni dugaan melakukan orasi kampanye saat memberikan sambutan.

Padahal kedatangan Dellia Wihelmina Pasha tidak sebagai Caleg, tapi sebagai Ketua DPW PUAN Sulteng.
Dugaan pelanggaran kedua, yaitu kendaraan yang digunakan Dellia Wihelmina Pasha, adalah kendaraan yang telah dibranding dengan tulisan-tulisan kampanye.

Dalam sidang itu, Dellia Wihelmina Pasha mendatangkan dua orang saksi untuk memberikan keterangan di depan majelis hakim.

Saksi tersebut ialah, Ketua DPD PAN Kabupaten Poso, Muhaimin Yunus Hadi, bersama Sekretaris DPW PUAN Sulteng Listya Sari Pertiwi.**





Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN