Polres Touna Ungkap Kasus Curanmor


Reporter/Touna: yahya lahamu
KAPOLRES Tojo Una-Una (Touna) AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK, MH didampingi Kasat Reskrim Polres Touna AKP Zulkifli, SH memimpin pelaksanaan press release pengungkapan kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Touna, Rabu (6/3/3019).


Kapolres Touna AKBP Boyke Karel Wattimena mengatakan, bahwa Polres Touna melalui Satreskrim berhasil mengungkapkan kasus curanmor dari 5 (lima) laporan polisi (LP) baik dari bulan Desember 2018, bulan januari s/d bulan maret 2019.
"Berdasarkan kelima LP tersebut kami telah mengamankan 5 kendaraan bermotor di lima TKP yang semuanya berada di Kecamatan Ampana Kota dan Kecamatan Ratolindo," kata AKBP Boyke Karel dihadapan para pewarta yang hadir dalam kegiatan press release, Rabu (6/3/2019) di Rupatama Polres Touna.
Kapolres juga mengatakan, selain 5 kendaraan pihaknya juga mengamankan sebanyak 2 pelaku yakni laki-laki berinisial NI (23) alias Olan sebagai pelaku utama pencurian kendaraan sepeda motor dan FA (25) alias Falan sebagai pembeli/penadah.
"Adapun 5 unit kendaraan yang telah kami amankan dari hasil pengembangan 5 laporan itu antara lain 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio M3, 2 unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul GT, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio J," jelas Kapolres.
Kapolres mengungkapkan, untuk modus operandi pelaku NI alias Olan saat melakukan aksinya yakni mengambil kendaraan yang kunci kontak terpasang/tergantung. Jadi sistim pelaku hanting mencari-cari sasaran-sasaran kendaraan yang pemiliknya lalai dalam mengamankan kendaraan.
"Saat melakukan aksinya pelaku berjalan-jalan dan apabila melihat/menemukan ada kendaraan yang kunci kontak terpasang langsung mengambil kendaraan tersebut tanpa ada pengrusakan," ungkap Kapolres. 
Lanjut Kapolres, setelah pelaku mendapatkan kendaraan hasil curiannya lalu menjual kepada pelaku FA alias Falan yang berada di Kota Palu.
"Kemudian dari hasil interograsi, pengembangan keterangan bahwa telah melakukan sebanyak 15 kali pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Touna, namun pihaknya baru menemukam 5 lima kendaraan," ujarnya.
Hal ini, terang Kapolres, karena ada beberapa kendaraan yang dicuri pelaku dijual melalui transaksi melalui media sosial. Jadi setelah terjadi transaksi jual beli pelaku tidak tahu lagi kemana pergi si pembeli motor tersebut, sehingga kami masih agak kesulitan mencari tau siapa orang yang membeli motor tersebut.
"Namun saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan-pengembangan terhadap tkp lainnya sesuai keterangan pelaku dan mengkroscek juga tkp dimana, waktunya kapan dengan apakah ada atau tidak masyarakat membuat laporan atau pengaduan, karena ada juga TKP masyarakat yang tidak membuat laporan, " terangnya.
Kapolres menambahkan, bahwa pelaku Olan merupakan residivis kasus yang sama yang telah dua kali masuk keluar penjara.
"Berdasarkan hasil perbuatan pelaku Olan sesuai dengan pasal 363 KUHPidana ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara pelaku Falan kita kenakan pasal 480 tentang penadah," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Touna untuk lebih berhati-hati dalam mengamankan kendaraanya agar tidak menjadi korban tindak pidana pencurian seperti yang sudah terjadi belakangan.
"Kami juga meminta kepada rekan-rekan wartawan agar membantu kami pihak kepolisian memberitahukan kepada masyarakat. Jadi tidak hanya tulisan himbauan, akan tetapi apabila melihat kendaraan yang kunci kontaknya tergantung segera diberitahukan pemiliknya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,"tukasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN