Relasi Demokrasi Palu Sosialisasi Pemilu di Posyandu


Sumber: antaranews.com

SEJUMLAH Relasi demokrasi mitra Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Sulawesi Tengah turun lapangan mensosialisasikan Pemilu serentak Presiden, DPR, DPRD dan DPD di Posyandu guna menjangkau pemilih perempuan.

Nurmi (40), salah seorang ketua tim relasi demokrasi di Palu, Selasa (5/3/2019) mengatakan selain melakukan sosialisasi lewat Posyandu, juga di sejumlah titik penampungan pengungsi baik yang masih ada di tenda-tenda darurat bantuan dari berbagai lembaga kemanusiaan, BUMN dan pemerintah, juga di huntara dan daerah pinggiran.

Menurut dia, sosialisasi di posyandu merupakan salah satu titik sasaran yang perlu mendapatkan perhatian mengingat di posyandu banyak ibu-ibu yang datang untuk membawa bayi atau anak mereka guna mendapatkan pelayanan kesehatan dan gizi makanan/minuman.

Kegiatan di posyandu, kata dia, merupakan salah satu program yang dilakukan tim relasi demokrasi untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan pada pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali itu.

"Banyak ibu-ibu yang datang dan sebelum mereka mendapat layanan kesehatan dari petugas kesehatan setempat, mereka juga mendapat edukasi dan pencerahan mengenai Pemilu serenta yang akan digelar pada 17 April 2019.

Materi-materi sosialisasi terdiri atas pengenalan kertas suara,kotak suara, bilik suara dan cara memilih yang benar sesuai dengan peraturan KPU.

"Kami menjelaskan dan langsung mempraktikan bagaimana caranya membuka kertas suara, memilih para calon Presiden/Wakil Presiden, anggota DPR, DPRD Provinsi, kabupaten dan kota serta DPD," kata dia.

Apalagi, pada Pemilu 2019 secara serentak tersebut ada lima kertas suara yang akan di coblos atau dicentang yakni pasangan calon Presiden/Wakil Presiden, anggota DPR, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota dan anggota DPD.

"Ya cukup rumit sehingga perlu sosialisasi sehingga saat hari "H" nanti mereka tidak bingung dan dapat menyalurkan aspirasi dari hati nurani sendiri," ujar Nurmi yang sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga.

Ia mengaku menjadi relasi demokrasi bukan baru pertama kali ini, tetapi sudah sejak? 2.009.

Menjadi seorang relasi demokrasi harus bisa membagi waktu dengan baik, sebab bagaimanapun tanggungjawab utama adalah mengurus keluarga. "Tapi selama ini tugas yang ia kerjakan berkaitan dengan pemilu sama sekali tidak mengabaikan kewajiban sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus suami dan istri.

Menjawab pertanyaan, Nurmi mengatakan awal dari kegiatan sosialisasi memang cukup berat, sebab harus menghadapi berbagai kemungkinan hal-hal yang tidak enak, apalagi ketika awal pascagempabumi, tsunami dan likuefaksi, rata-rata masyarakat masih traumatik dan butuh makan dan minum.

"Kalau tidak hati-hati dan bijaksana bisa-bisa justru dijauhi warga," katanya.

Memang awalnya sulit untuk melakukan sosialisasi, tetapi secara perlahan-lahan dan pendekatan yang baik, akhirnya masyarakat menerima dan justru berterima kasih kepada tim relasi yang telah mengunjungi dan memberikan pencerahan dan edukasi mengenai Pemilu serentak 2019 ini.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN