JICA Bangun Kembali Jembatan Kuning


Reporter: Firmansyah Lawawi

‘Belum injak Palu kalau belum ke Jembatan Kuning’. 

ITU KERAP Dilontarkan bagi pengunjung ke Kota Palu. Jembatan lengkung ketiga di dunia inipun sering menjadi lokasi tempat berfoto bagi masyarakat Kota Palu maupun para wisatawan. Bahkan, pada momen tertentu, jalur menuju Jembatan IV selalu ditutup, karena menjadi salah satu lokasi paling ramai. 

Namun gempa bumi 7,4 SR disusul tsunami di pesisir pantai dan dua daerah terjadi likuifaksi di Kota Palu, pada 28 September 2018 lalu, telah merubuhkan jembatan ini.

Jembatan Palu IV yang dikenal juga dengan nama Jembatan Kuning karena warnanya didonimasi kuning ini rencananya bakal dibangun kembali oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pembahasan pembangunan sudah dibahas dalam pertemuan tertutup antara pihak JICA dengan Wali Kota Palu, Hidayat di ruang kerja Wali Kota Palu, Selasa (2/4/2019), seperti dilansir Humas Pemkot Palu.

“Sebagai langkah awal dari perwakilan JICA, Mr Jumichi Fukushima yang didampingi Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Sulteng, Ari Setiadi M, menjelaskan bahwa sebagai langkah awal rencana pembangunan jembatan palu IV tersebut adalah pembuatan master desain,” kata Kabag Humas Kota Palu Yohan Wahyudi.

Menurutnya, Wali Kota Palu, Hidayat pada kesempatan tersebut menyambut baik perihal rencana dan program JICA itu.

“Pak Wali Kota berharap agar koordinasi dan konfirmasi harus selalu berjalan. Agar semuanya bisa terlaksana sebagaimana yang diharapkan bersama,” kata Yohan.

Dari hasil pemaparan pihak JICA dan Satgas Penanggulangan Bencana Sulteng, rencana lokasi pembangunan jembatan IV tersebut masih berada di posisi sebelumnya. Karena, berdasarkan hasil kajian pihak JICA, jembatan rubuh bukan karena dilalui patahan Sesar Palu-Koro seperti selama ini dikabarkan.

“Ternyata, berdasarkan hasil kajian JICA, yang mengakibatkan Jembatan IV rubuh, murni karena guncangan gempa bumi. Menurut mereka (JICA), rubuhnya murni akibat konstruksi jembatan yang kurang kuat. Bukan seperti dikabarkan selama ini kalau jembatan dilalui patahan,” jelas Yohan.

Mengenai desain jembatan, kata dia, diperkirakan tidak berubah signifikan. Hanya saja, ada penambahan desain dan penguatan pada tiang yang lebih diperkuat.

“Modelnya masih sepeti dulu. Paling sedikit saja yang berubah. Itu berdasarkan pemaparan dalam rapat,” ucapnya.

Namun, belum diketahui kebutuhan anggaran untuk pembangunan Jembatan IV.

Turut mendampingi Wali Kota Palu, Hidayat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, H Iskandar Arsyad.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN