Buol Ubah Potret Kota Terkotor



Sumber/Editor: Humpro Sulteng/Ikhsan Madjido
PADA Tahun 2018 lalu Pemerintah Buol menerima reward dari Kementerian Lingkungan Hidup RI sebagai Kabupaten Terkotor, kategori kota kecil terkotor dan salah satu titik terpantau wilayah terkotor adalah Kelurahan Buol.

Dengan hal tersebut mulai tahun 2018, Kelurahan Buol mulai berbenah diri untuk dapat mengubah potret buruk tersebut dari wilayah kelurahan Buol yang kumuh dan kotor menjadi bersih.

Lurah Buol Masita Kunding mengungkapkan dengan upaya partisipasi masyarakat untuk ikut mensukseskan program pemerintah daerah, yakni relokasi pasar Buol.

Menurutnya, keberadaan pasar ini yang menyebabkan kemacetan dan sebagai sumber sampah yang diakibatkan lokasi area pasar yang sudah tidak memenuhi standar.

Selain itu terkait dengan keindahan dan kebersihan kota melalui moto Kabupaten Buol ''Hari ini Kotor Besok Adipura" maka Kelurahan Buol telah membentuk tim Saber kebersihan.

Lurah Buol berysukur karena berdasarkan lomba kelurahan tingkat Kabupaten Buol Tahun 2019, Kelurahan Buol Kecamatan Biau adalah kelurahan terbaik dari 7 Kelurahan yang ada di Kabupaten Buol dan sekaligus mewakili Kabupaten Buol dalam mengikuti lomba kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019.

Selain itu, dalam lomba ini, kata dia, pihaknya menampilkan bentuk-bentuk inovasi yaitu membuat website dan video company profil kelurahan buol dan mempublikasikannya, selain itu membuat program inovasi unggulan yakni mendirikan bank sampah unit di kelurahan berupa daur ulang sampah plastik. “Sampah itu didaur ulang jadi produk baru dan bisa menjadi nilai ekonomis,”  kata lurah.

Pada Sabtu (11/5/2019) Tim klarifikasi lapangan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan  tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan penilaian terhadap kelurahan Buol Kecamatan Biau yang mewakili Kabupaten Buol.

Kegiatan yang di gelar di kantor Kelurahan Buol Kecamatan Biau Kab Buol tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate  dan dihadiri Asisten Satu Prov Sulteng Faisal Mang, Wabup Kab Buol Abdullah Batalipu, Sekab Buol Suprizal Yusuf , Camat Biau Purnomo, Lurah Buol Masita Kunding, Karo Tapem Setda Prov Sulteng Arfan serta para perangkat Kelurahan Buol dan masyarakat setempat.

Sementara Wabup Kab Buol  Abdullah Batalipu menambahkan,  penyelenggaraan lomba Desa dan Lomba Kelurahan dilaksanakan berdasarkan peraturan Mendagri No 81 Tahun 2016 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan, penilaian lomba desa  kelurahan yang dilaksanakan setiap tahun sangat dirasakan manfaatnya sebagai sarana dalam rangka memelihara nilai nilai leluhur bangsa Indonesia dalam bentuk kerjasama gotong royong dan partisipasi masyarakat untuk membangun dalam aspek kehidupan masyarakat.

“Dan di sisi lain dapat dijadikan intrument evaluasi sejauh mana keberhasilan yang dicapai sekaligus dijadikan instrument perbaikan kedepan” jelas Wabup.

Untuk itu, lanjut Wabup, penyelenggaraan lomba desa maupun kelurahan lebih dimaksimalkan pada masa masa yang akan datang, dengan memperhatikan nilai manfaat yang di rasakan, terkait hal tersebut Wabup berharap kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa memelihara kondisi saat ini sebagai bagian dari kebutuhan hidup kita, jangan sampai selesai kegiatan lomba keluaran ini, nilai nilai yang telah diraih tidak dirawat dan dipelihara. Kata Wabup.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate, mengatakan  terkait nilai laporan yang telah disampaikan lurah terkait program inovasi dan langkah kerja kelurahan Buol untuk Buol menuju Adipura, menurut sekprov sudah cukup baik, selain itu sistematika laporan yang disajikan juga cukup baik, semoga nanti tim penilai bisa mengecek satu persatu terkait laporan yang telah di sampaikan Lurah, semoga sesuai dengan laporan. Terang Sekprov.

Sekprov mengungkapkan, terkait mencapai Adipura, bukan hanya kebersihan lingkungan, namun ada beberapa aspek yang menjadi poin penilaian tambahan yaitu adanya Ruang Terbuka Hijau,

“Karena untuk kabupaten kategori kecil minimal ada beberapa persen ruang terbuka hijaunya,” kata sekprov.

Selain itu dari kategori kotor minimal poinnya harus naik dulu dari di bawah 50 ke 60 baru dapat sertifikat, dan untuk mendapatkan Adipura, poinnya harus di atas 60.

Sekprov optimis, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, dengan semangat, Kabupaten Buol bisa meraih Adipura di Tahun 2021. Kata Sekprov.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN