DEKLARASI KEBANGSAAN SULTENG, PERERAT UKHWAH WATHAIYAH


Peringati hari Kebangkitan Nasional 2019


Sumber: Humas Pemprov
Kemarin (20/05/19) Pemprov Sulteng Gelar kegiatan yang bertajuk Silaturahmi Kebangsaan dan buka Puasa bersama, sekaligus menggelar Deklarasi Kebangsaan, dalam rangka mepererat Ukhuwah Wathaiyah dalam bingkai NKRI, kegiatan ini digelar di Gedung Polibu Kantor Gubernur Prov Sulteng,

Pada kesempatan ini Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto dalam sambutannya mengatakan, Di Bulan Suci Ramadhan ini kebetulan esensinya ialah merupakan tahun Politik pasca Perhitungan Suara KPU, yang mana di kalangan publik terjadi gagap gempita suara yang kurang normatif dari Kacamata Polri, di bulan Ramadhan ini Kapolda mengajak semua pihak bisa mengendalikan diri dan toleransi kepada sesama karena hal lebih baik, sebagai para elit kita jangan terprovokasi atau memprovokasi agar Pasca Pemilu ini bisa berjalan Aman dan damai, semoga Keberkahan Bulan Ramadhan ini kita bisa lebih meningkatkan toleransi dan pengendalian diri. Kata Kapolda Sulteng

pada kesempatan yang sama Gubernur Sulteng Drs.H. Longki Djanggola.M.Si, saat membuka Deklarasi Kebangsaan menyampaikan, momentum bulan suci ramadhan adalah media relevan untuk meninjau kembali sejauhmana kita telah membaktikan diri kepada Allah SWT, maupun bagi bangsa dan negara, khususnya melalui profesi yang diemban sebagai aparatur penyelenggara negara atau profesi-profesi lain yang turut memberi andil kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa dan negara.

selain itu kata Gubernur, ibadah puasa yang dijalani, ia harap bukan jadi penghambat yang gilirannya melunturkan semangat dibanding bulan-bulan sebelumnya. justru datangnya bulan suci menjadi peluang kita meraih berbagai bonus pahala yang dijanji allah swt, atas pekerjaan maupun ibadah yang kita kerjakan dengan baik dan khusyu.

terkait, momen deklarasi kebangsaan ini, Gunernur berharap, hal ini jadi katalis penguat silaturahmi antar kalangan dan elit yang ada di sulawesi tengah, khususnya kota palu. jadi bukan hanya ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim yang diperkokoh tapi lebih luas lagi, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan, dan ukhuwah basariyah atau persaudaraan kemanusiaan melalui silaturahmi. kata Gubernur

selain itu, bulan ramadhan adalah bulan silaturahmi, bulan solidaritas, bulan berbagi, bulan gotong royong dan bulannya menahan diri sebab salah satu makna dari puasa adalah menahan, khususnya menahan panca indera kita dari dorongan berbuat prilaku-prilaku yang bisa merusak silaturahmi seperti saling umpat, saling menonjolkan ego sektoral, merasa diri paling benar, menyebar hoax, kebencian, melakukan provokasi, intimidasi, intoleransi dan lain-lain yang dapat memecah belah bangsa dan masyarakat sulawesi tengah.Jelasnya

ia Pun (Gubernur) mengajak para tokoh dan elit yang ada hendaknya menjadi tulang punggung yang membentengi masyarakat dan ikut menjaga kesetiaan terhadap 4 konsensus berbangsa yaitu pancasila, uud 1945, bhineka tunggal ika dan negara kesatuan republik indonesia. 

lebih lanjut Gubernur mengatakan, sebagai Para elit yang disegani di masyarakat, ia berharap kiranya para elit dapat menjadi panutan yang menginspirasi, mengayomi dan menentramkan, bukan justru malah ikut-ikutan mengkompori keadaan jadi semakin parah.

dengan deklarasi ini, Gubernurpun kembali berharap, agar bisa menjadi komitmen para pihak yang menyatakan diri untuk tegas menolak gerakan radikalisme, terorisme, komunisme, paham-paham sesat dan turunannya di bumi sulawesi tengah, khususnya di kota palu.

di akhir Sambutannya, terkait Fitnah yang menimpanya atas pemberitaan Berita Hoax, Gubernur Longki di hadapan Kapolda Sulteng meminta dengan sangat Kepada Pihak Kepolisian agar kasus ini harus tuntas dan harus diangkat kepermukaan dan jangan sampai hal ini diabaikan karena sudah beredar di luar, bahwa yang membuat hoax tersebut berteman dengan aparat tidak mungkin akan terungkit. Jelas Gubernur, dan Gubernur ingin bukti bahwa penyebar hoax tersebut harus dijerat dengan hukum khusus UU ITE, karena fitnah dan hoax tersebut sangat luar biasa saya Gubernurpun di buat seperti itu. dan Kasus ini harus diangkat sampai ke pengadilan. Tegasnya.

Deklarasi Kebangsaan ini di hadiri forkopimda, para pejabat sipil pemerintahan, unsur TNI/Polri, para tokoh ormas, elit partai politik, fkub, akademisi, paguyuban etnis, rekan media dan mitra kerja.

di akhir sambutan Gubernur bersama Para tokoh Undangan melakulan Deklarasi Kebangsaan yang kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi. usai menggelar Deklarasi dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama kemudian Shalat Berjamaah. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN