Gas Melon Langka Disperindag Tanggung Jawab


Reporter/Morowali: Bambang Sumantri

USAI Melakukan razia pengecer tabung gas melon, desakan dari masyarakat kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) semakin gencar.

Pasalnya, sejak dilakukan razia, tabung gas melon semakin langka di wilayah Bungku Tengah sehingga membuat sebagian warga menjadi kesulitan untuk mendapatkannya.

Disperindag sebagai pihak yang membidangi masalah tersebut dinta serta didesak untuk segera bertanggung jawab menyediakan kembali tabung gas melon jika kios-kios tidak diizinkan lagi untuk mengecer.

Salah seorang pemilik kios di Desa Bente yang biasanya mengecer gas tabung melon mengaku sedih karena banyak langganannya yang tak lagi mendapatkan gas untuk keperluan memasak. Iapun mengaku hanya mendapatkan keuntungan 4 ribu rupiah pertabungnya.

"Kasian juga langgananku yang biasa beli tabung di sini, mereka kesusahan karena tidak tau mau cari kemana lagi, saya ini kalau ambil di mobil biasanya harga Rp31.000,- saya jual lagi Rp35.000,- jadi cuma 4 ribu kasian untungku per tabung, itupun paling cyma 10 atau 20 tabung yang mampu saya ambil, nah sekarang kalau sudah begini, siapa mau bertanggung jawab ??? ujarnya.

Sementara Ade, salah seorang warga Desa Bente mengaku kesal dengan kelangkaan gas melon yang hingga hari ini tifak ada solusi dari pihak terkait. "Habis razia cuma dibiarkan begini, tabung langka susah ba cari mau dapat diman lagi ??? Dinas terkait harus bertanggung jawab, ini bulan puasa jangan ba kasi susah orang" tuturnya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali belum dapat dikonfirmasi terkait masalah kelangkaan tabung gas melon tersebut.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN