Givu Buat Penyebar Hoaks


Salah satu tokoh adat Kaili, M Irwan Parampasi

“Paka Noto Mata Mangantoaka, Paka Nasa Talinga Mangepe, Paka Belo Sumba Mojarita, Paka Noa Rarantai Ritimbanga, Paka Tada Unto Mompekiri “ 
  
Reportase: Ikhsan Madjido

MARAKNYA Penyebaran berita bohong (hoaks) di masyarakat menjadi perhatian akhir-akhir ini. Terbaru telah beredar berita hoaks yang menyebutkan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola membiayai gerakan people power. Berbagai tanggapan dan reaksi pun dikemukakan sejumlah pihak yang tidak terima hal tersebut.

Salah satu tokoh adat Kaili, M Irwan Parampasi tidak menerima dan mengecam tindakan tersebut.

“Penyebaran berita bohong itu, harus segera ditindak lanjuti dewan adat, untuk diproses sesuai adat. Agar menjadi pembelajaran bagi oknum yang sengaja membuat dan menyebarkan informasi palsu,” katanya, di Palu, Selasa (21/5/2019).

Irwan Parampasi meminta dewan adat untuk memberikan sanksi adat (givu) pelaku penyebar berita hoaks itu. Jangan sampai, lebih banyak lagi oknum-oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu.

“Ini menjadi hukuman sosial bagi penyebar hoaks dan jadi pelajaran serta efek jera kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Tindakan itu sama sekali tidak bermartabat. Membuat malu Tuamata Gubernur Sulteng dan masyarakat Kaili,” kecamnya.

Menurutnya, pelaku penyebar berita hoax masuk dalam kategori givu Sala Mbivi atau kesalahan akibat ucapan dan tindakan yang tidak terpuji.

Dengan givu nuada, imbuhnya, berbagai persoalan dalam kehidupan masyarakat dapat dipecahkan berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma adat yang berlaku di Kota Palu.

“Dengan begitu, ucapan, perilaku dan tindakan kesewenang-wenangan setiap individu atau kelompok senantiasa menciptakan suasana keharmonisan, kegotong-royongan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Terpisah Gubernur Longki Djanggola sangat setuju pemberlakuan Givu, namun menurutnya pelaku harus dihukum positif yaitu UU ITE.

“Kalau cuma digivu tapi tidak di penjara. Itu belum cukup,” ujarnya.

Longki meminta pelaku untuk diusut dan diadili. “Ok saya sangat setuju digivu. Berarti harus menunggu keputusan pengadilan bahwa benar mereka-mereka pelaku hoax fitnah,” tandasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN